Secangkir Kopi Boleh, Tapi Jangan Tukar Tidur dengan Kafein
Kegiatan “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi, Kongkow Happy” yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember bersama Satlantas Polres Jember dan Honda Satu Hati, Jumat 25 September 2026-Foto : Humas Universitas Jember-
Jember, diswaymojokerto.id – Bagi banyak mahasiswa, secangkir kopi bukan sekadar minuman. Ia bisa menjadi teman menyelesaikan tugas, menemani obrolan panjang, atau sekadar menjaga mata tetap terbuka ketika malam mulai larut.
Di warung kopi, kantin kampus, hingga kedai-kedai yang tumbuh di sekitar kampus, kopi seolah menjadi bagian dari keseharian mahasiswa. Ada yang meminumnya sebelum kuliah, saat mengerjakan tugas, bahkan ketika harus berkendara pulang setelah aktivitas yang panjang.
Tetapi ada satu hal yang sering terlupakan: kopi tidak bisa menggantikan tidur.
BACA JUGA:34 Santri Mojokerto Dikirim ke Porsadin VII Jatim, Bidik Posisi Dua Besar
BACA JUGA:Cegah Kebakaran Meluas, Wawali Kota Mojokerto Dorong APAR di Tingkat RW
Pesan itu menjadi bagian penting dalam kegiatan “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi, Kongkow Happy” yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember bersama Satlantas Polres Jember dan Honda Satu Hati, Jumat 25 September 2026
Kegiatan yang dikemas santai tersebut tidak sekadar mengajak mahasiswa menikmati kopi. Di balik suasana kongkow, ada pesan sederhana tentang bagaimana menjaga tubuh tetap bugar dan perjalanan tetap aman ketika aktivitas kampus begitu padat.
Kemal Nusrianto dari Divisi Safety Riding Honda Pusat mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan kopi sebagai pengganti waktu tidur.

Ipda Oeny Angga Mahendra, Kbo Satlantas Polres Jember kala memaparkan materinya.-Foto : Humas Universitas Jember-
“Kopi itu hanya bersifat sementara untuk menahan kantuk. Intinya mahasiswa tetap harus istirahat karena kita tahu mahasiswa sangat dekat dengan kebiasaan begadang,” jelasnya.
Rasa kantuk memang bisa tertahan sesaat setelah minum kopi. Namun, kebutuhan tubuh untuk beristirahat tetap tidak berubah. Ketika tubuh sudah lelah, memaksanya terus beraktivitas, terlebih mengendarai sepeda motor, dapat meningkatkan risiko kehilangan fokus di jalan.
Pesan itu menjadi penting di Jember. Data Satlantas Polres Jember mencatat terdapat 1.143 kecelakaan lalu lintas sepanjang Januari hingga September 2026. Dari jumlah tersebut, 185 orang meninggal dunia.
BACA JUGA:Cegah Influenza A pada Anak, Kebiasaan Sederhana Ini Perlu Diperkuat
BACA JUGA:Ilalang Kering di Lahan Polije Jember Terbakar, Api Menghanguskan 30 Meter Persegi
Sumber:
