Wisata Alam Mojokerto Punya Risiko, 80 Personel Digembleng Jungle Rescue
BPBD Kabupaten Mojokerto menggelar pelatihan Penanganan Keadaan Darurat dan Jungle Rescue, Selasa, 29 September 2026, di Royal Caravan Hotel, Trawas.-Foto : dok Kominfo Kabupaten Mojokerto-
Mojokerto, diswaymojokerto.id – Keindahan kawasan hutan dan pegunungan di Kabupaten Mojokerto menyimpan risiko yang tidak bisa diabaikan. Cuaca ekstrem, tanah longsor hingga pendaki yang tersesat menjadi situasi yang sewaktu-waktu membutuhkan penanganan cepat.
Kondisi itu menjadi salah satu alasan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menggelar pelatihan Penanganan Keadaan Darurat dan Jungle Rescue, Selasa, 29 September 2026, di Royal Caravan Hotel, Trawas.
BACA JUGA:Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Pikap di Mojokerto
BACA JUGA:Anak-anak Tak Sekadar Kenyang, TK YWKA Mojokerto Gelar Lomba Bekal Makan Menu Sehat
Sebanyak 80 personel mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Kabupaten Mojokerto, pemadam kebakaran, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta sejumlah mitra BPBD.
Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian mengatakan, kemampuan melakukan penyelamatan di medan hutan dan pegunungan bukan lagi sekadar keterampilan tambahan. Menurutnya, kemampuan tersebut diperlukan karena karakter wilayah Mojokerto memiliki kawasan yang rawan terhadap berbagai kondisi darurat.

Wabup Mojokerto Rizal Octavian memberikan pengarahan di acara BPBD Kabupaten Mojokerto-Foto : dok Kominfo Kabupaten Mojokerto-
"Pelatihan peningkatan kapasitas aparatur dalam penanganan keadaan darurat dan jungle rescue atau penyelamatan di medan hutan dan gunung bukanlah lagi sekadar keterampilan tambahan, tapi sebuah instrumen keahlian yang wajib dimiliki oleh semua pemangku kepentingan dalam penanganan bencana," kata Rizal.
Kesiapan personel juga berkaitan dengan aktivitas wisata alam yang terus berkembang. Kawasan pegunungan Mojokerto menjadi salah satu tujuan wisata, termasuk untuk kegiatan luar ruang dan olahraga yang bersentuhan langsung dengan alam.
BACA JUGA:Bank Sampah Perangkat Daerah di Mojokerto Diuji: Jangan Hanya Ramai Saat Lomba
BACA JUGA:Bukan Sekadar Lomba, Kader Posyandu Pulorejo Didorong Perkuat Pelayanan Warga
Rizal menilai keamanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan pariwisata. Keindahan alam, menurut dia, tetap harus diimbangi dengan kewaspadaan terhadap potensi bahaya.
"Citra pariwisata bukan sekadar keindahan alam, infrastruktur, tetapi bagaimana menjaga dan waspada akan potensi-potensi alam yang indah ini. Kalau kita meremehkan, ini bisa menjadi bencana," ujarnya.

Kegiatan pelatihan ditutup dengan seruan -Foto : dok Kominfo Kabupaten Mojokerto-
Sumber:
