Aktivitas Influenza Naik, Kemenkes: Masih Medium, Warga Tak Perlu Panik
Ilustrasi penderita flu-Foto : Raka Magang-
Jakarta, Diswaymojokerto.id – Aktivitas influenza di Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara mengalami peningkatan. Namun, masyarakat diminta tidak panik. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebut kondisi influenza berdasarkan hasil surveilans hingga minggu ke-38 tahun 2026 masih berada dalam kategori medium.
Di Indonesia, positivity rate influenza berdasarkan surveilans sentinel tercatat mencapai 56 persen pada minggu ke-38. Aktivitas influenza di tingkat puskesmas berada pada kategori sedang, sedangkan pemantauan di rumah sakit masih masuk kategori rendah.
BACA JUGA:Pemkab Jember Kucurkan Rp187,38 Miliar untuk Revitalisasi 258 Sekolah
BACA JUGA:Sah ! Warga Binaan Lapas Mojokerto Langsungkan Akad Nikah di Dalam Lapas
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kenaikan aktivitas influenza tersebut perlu direspons dengan memperkuat pemantauan dan kesiapsiagaan, bukan dengan kepanikan.
“Memang ada kenaikan kasus influenza, khususnya di Indonesia dan Asia Tenggara. Tetapi berdasarkan data surveilans yang kita miliki, kondisinya masih dalam rentang medium,” kata Menkes Budi Gunadi seperti dikutip dari laman Kemenkes RI, 30 September 2026.

Ilustrasi sedang sakit flu berat-Foto : Ilustrasi Dinkes Yogyakarta-
Menurut dia, penguatan surveilans diperlukan agar perubahan pola dan perkembangan kasus dapat segera diketahui.
Pada minggu ke-38 tahun 2026, Kemenkes memeriksa 265 spesimen melalui surveilans sentinel. Hasilnya, 148 spesimen atau sekitar 56 persen dinyatakan positif influenza.
Jenis virus yang paling banyak ditemukan adalah Influenza A (H1N1pdm09).
BACA JUGA:Alumni FKG Unej Bangun Rantai Kebaikan, 12 Mahasiswa Terima Beasiswa
BACA JUGA:Kota Mojokerto Bakal Jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB, Wamenkes Serahkan Bantuan NPOC TB
Kemenkes juga mencermati Influenza A (H3N2) subclade K yang belakangan ramai disebut masyarakat sebagai “superflu”. Kemenkes mengingatkan bahwa istilah tersebut bukan nomenklatur resmi yang digunakan WHO maupun CDC untuk menyebut subclade K.
Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung menyimpulkan kondisi influenza hanya berdasarkan istilah yang beredar. Perkembangan penyakit tetap perlu dilihat dari hasil pemeriksaan laboratorium dan data surveilans.
Sumber:
