Cegah Influenza A pada Anak, Pakar UNAIR Tekankan Kebersihan dan Vaksinasi

Cegah Influenza A pada Anak, Pakar UNAIR Tekankan Kebersihan dan Vaksinasi

Virus Influenza A-Foto : Kemenkes RI-

Surabaya, diswaymojokerto.id – Peningkatan kasus Influenza A pada anak-anak menjadi pengingat bagi orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan infeksi saluran pernapasan. Menjaga kebersihan diri, membatasi interaksi saat sakit, menerapkan pola hidup sehat, dan mendapatkan vaksinasi influenza menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penularan.

Ketua Lembaga Penyakit Tropis (LPT) sekaligus dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR), dr Priyo Budi Purwono MSi MKedKlin SpMK PhD, seperti dikutip dari Laman Unair, 25 Oktober 2026 menjelaskan,  peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk perubahan cuaca dan intensitas interaksi antarmanusia.

BACA JUGA:Kolaborasi KAUJE dan Unej Turun Tangan Hadapi Kekeringan di 5 Kabupaten di Jatim

BACA JUGA:Catatan Sapi Tak Lagi Bergantung pada Kertas, Peternak Lumajang Kenali DairyTrack

Influenza A merupakan salah satu tipe virus influenza yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan atas maupun bawah. Penularan dapat terjadi melalui percikan pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin, serta melalui tangan atau benda yang terkontaminasi virus, kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata.

Menurut Priyo, anak-anak menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian karena masih dalam tahap perkembangan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, anak-anak belum sepenuhnya memahami pentingnya menjaga kebersihan dan menerapkan etika batuk serta bersin, sehingga berisiko lebih mudah terpapar virus.

“Anak-anak lebih rentan karena mereka belum sepenuhnya memahami pembatasan dalam berinteraksi, termasuk kebiasaan menjaga higiene seperti menutup mulut ketika batuk atau bersin. Selain itu, sistem imunitas anak masih dalam tahap perkembangan sehingga lebih rentan terinfeksi,” jelasnya.


Ketua Lembaga Penyakit Tropis (LPT) sekaligus dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR), dr Priyo Budi Purwono MSi MKedKlin SpMK PhD-Foto : Humas Unair-

Gejala Influenza A umumnya muncul setelah masa inkubasi sekitar satu hingga tujuh hari. Gejala yang dapat timbul meliputi demam, nyeri tubuh, pilek, nyeri saat menelan, dan batuk. Namun, gejala tersebut tidak selalu dapat dibedakan dari infeksi saluran pernapasan lainnya. Oleh karena itu, diagnosis tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan gejala dan perlu mempertimbangkan pemeriksaan medis sesuai kondisi pasien.

Priyo menjelaskan bahwa sebagian besar kasus Influenza A tergolong ringan hingga sedang. Meski demikian, orang tua tetap perlu memantau kondisi anak, terutama apabila anak mengalami penurunan nafsu makan yang berpotensi mengganggu kecukupan asupan nutrisi dan cairan selama sakit.

BACA JUGA:Antisipasi Karhutla Susulan Gunung Welirang Mojokerto, Dua Posko Siaga di Pacet dan Trawas

BACA JUGA:Pabrik Yodium Mojokerto, Saksi Perebutan Pejuang dan Belanda

Komplikasi yang perlu diwaspadai adalah pneumonia atau radang paru-paru. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan, mulai dari sesak napas hingga hipoksemia, yakni keadaan ketika kadar oksigen dalam darah berada di bawah normal. Pada kondisi berat, gangguan tersebut dapat berkembang menjadi gagal napas sehingga membutuhkan penanganan medis segera.

Orang tua perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak atau napas cepat, tarikan dinding dada, bibir kebiruan, penurunan kesadaran, atau kesulitan minum. Demam yang menetap, kondisi yang semakin memburuk, maupun gejala yang sempat membaik tetapi kemudian kembali memberat juga perlu mendapatkan perhatian medis.

Sumber: