Mahasiswa Unej Kembangkan MOBILOADER, Alat Bantu Pemuatan Hasil Perkebunan yang Ergonomis
Prototipe MOBILOADER (Mobile Hydraulic Conveyor Loader), inovasi mahasiswa Teknik mesin UNEJ-Foto : Humas Universitas Jember-
Jember, diswaymojokerto.id – Empat mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Universitas Jember (Unej) mengembangkan MOBILOADER (Mobile Hydraulic Conveyor Loader), alat bantu pemuatan hasil perkebunan yang dirancang untuk meringankan beban kerja pekerja.
Inovasi ini memanfaatkan konveyor hidrolik dengan sudut yang dapat diatur sesuai kebutuhan, sehingga proses pemindahan hasil panen ke bak truk diharapkan menjadi lebih mudah dan efisien.
Inovasi tersebut berangkat dari persoalan yang kerap dihadapi pekerja perkebunan kelapa sawit. Mereka harus mengangkat tandan buah segar (TBS) seberat 15–25 kilogram secara berulang ke bak truk dengan ketinggian sekitar 180–200 sentimeter.
BACA JUGA:Diduga Korsleting Listrik, Honda CR-V Hangus Terbakar di Tol Jomo, Kerugian Capai Rp 100 Juta
BACA JUGA:Operasi Patuh Semeru 2026 di Mojokerto, Edukasi Menyasar Pelajar dan Pengemudi Truk
Pekerjaan manual semacam ini membutuhkan tenaga besar dan berisiko menimbulkan gangguan pada otot dan tulang, terutama nyeri punggung bawah atau low back pain.
Sejumlah studi yang menjadi rujukan tim mencatat bahwa 59–68,5 persen pekerja sawit mengalami keluhan nyeri punggung bawah. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan tim dalam merancang alat yang tidak hanya membantu proses pemuatan, tetapi juga memperhatikan aspek ergonomi dan keselamatan kerja.
BACA JUGA:Kehadiran Cek Kesehatan Gratis di Kota Mojokerto Tembus 97,84 Persen, Apa Dampaknya bagi Warga?
MOBILOADER dirancang dengan roda agar mudah dipindahkan serta sistem hidrolik untuk mengatur kemiringan konveyor pada rentang 15–45 derajat. Dengan fitur ini, posisi konveyor dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan dan ketinggian bak kendaraan.

MOBILOADER UNEJ, Juara 1 Kategori Presentasi Terbaik dalam Lomba Nasional Tahunan Rancang Bangun Mesin (LNT-RBM) XV Tahun 2026-Foto : Humas Universitas Jember-
Selain untuk kelapa sawit, alat tersebut berpotensi digunakan dalam pemuatan berbagai komoditas perkebunan, seperti kopi, kakao, dan teh.
Dari sisi biaya, MOBILOADER diperkirakan memiliki harga Rp60 juta hingga Rp75 juta per unit. Alat ini ditujukan sebagai alternatif mekanisasi bagi perkebunan skala menengah yang membutuhkan solusi pemuatan hasil panen dengan biaya lebih terjangkau dibandingkan penggunaan forklift.
Berdasarkan analisis biomekanika, rancangan MOBILOADER memproyeksikan pengurangan gaya tekan pada tulang belakang hingga 68 persen dan peningkatan produktivitas pekerja hingga lima kali lipat.
Sumber:


