Pengurangan Dana Transfer dari Pusat Rp270,6 Miliar Tetap Masuk Jember dalam Bentuk Bangunan Fisik
Ketua DPRD Jember Ahmad Halim-Foto : DPRD Jember-
Jember, diswaymojokerto.id — Pengurangan dana transfer daerah dari pemerintah pusat untuk Pemerintah Kabupaten Jember dalam APBD Tahun 2026 sebesar Rp270,6 Miliar, ternyata tidak hilang begitu saja. Sebab, dana Rp270, 6 Miliar itu akan dikembalikan ke Jember dalam bentuk infrastruktur bangunan sekolah.
“Jadi dana itu nanti masuk Jember juga dalam bentuk bangunan sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” ujar Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim di Jember, Jumat, 21 November 2025
Ia menambahkan, tahun ini hampir semua bangunan sekolah ditangani oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui program revitalisasi sekolah.
“Memang ada juga bangunan sekolah yang dibiayai oleh APBD tapi porsinya kecil,” jelasnya.
BACA JUGA:Bandara Notohadinegoro Jember per 5 Desember 2025 Buka Rute Penerbangan Jember-Denpasar
BACA JUGA:Pemkab jember Berkomitmen Meningkatkan dan Memperbaiki Infrastruktur Jalan
Halim menerangkan, dulu bangunan fisik sekolah ditangani oleh pemerintah daerah semua. Selain itu, banyak juga yang dibiayai oleh APBN melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK). Cuma bedanya dengan yang sekarang (revitalisasi sekolah), DAK masuk ke APBD dulu, sehingga pemerintah daerah mempunyai keleluasaan untuk menentukan sekolah yang akan dibangun atau direhab berdasarkan skala prioritas.
“Tapi nanti (2026), ditangani sendiri oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan dana yang Rp270,6 Miliar itu,” jelasnya.
Halim menerangkan, pemotongan dana transfer daerah sebesar Rp270,6 Milir itu murni kebijakan pemerintah pusat, tidak ada hubungannya dengan isu yang muncul: karena sanksi terhadap Pemerintah Kabupaten Jember saat dipimpin Faida.
“Ya itu pas banyak gubernur yang protes Menteri Keuangan, itu kan karena ada pemotongan anggaran,” jelasnya.
Tapi sejatinya bukan pengurangan anggaran, cuma penyalurannya beda jalan. Namun tujuannya sama. Halim mengibaratkan dengan orang Jember mau ke Surabaya: ada yang lewat Bondowoso, ada juga yang lewat tol. Tujuannya sama: Surabaya.
BACA JUGA:Jadwal dan Besaran Biaya Haji 2026 Masih Tunggu Keputusan Presiden, Kuota Haji Mojokerto Naik
BACA JUGA:Bupati Fawait Minta Dukungan Pemerintah Pusat Realisasi Tol Menuju jember
“Jadi dana yang Rp270,6 Miliar itu nanti masuk Jember juga tapi langsung ke sasaran, yaitu bangunan sekolah,” pungkasnya.
Sumber:


