Percepat Penurunan Stunting di Kabupaten Mojokerto, Gandeng Perguruan Tinggi
99 Mahasiswa Fakultas Kedokteran Ubaya KKN di Kabupaten Mojokerto diterima Bupati Mojokerto Muhamad Al Barra-Foto : Kominfo Pemkab Mojokerto-
Mojokerto, diswaymojokerto.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk percepatan penurunan stunting.
Hal tersebut ditandai dengan dibukanya kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya) Tahun 2026 oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, Senin 5 Januari 2026, di Pendopo Graha Maja Tama (GMT) Pemkab Mojokerto.
KKN FK Ubaya Tahun 2026 mengusung tema 'Membangun Desa Sehat melalui Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat dalam Pencegahan Stunting' dan akan berlangsung mulai 5 Januari hingga 31 Januari 2026 di lima desa di Kecamatan Trawas, yakni Desa Ketapanrame, Tamiajeng, Duyung, Kedungudi, dan Selotapak.
Bupati Al Barra menegaskan, keterlibatan perguruan tinggi merupakan bagian penting dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia melalui percepatan penurunan stunting.

Sinergi Pemkab Mojokerto dan FK Ubaya Perkuat Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Desa-Foto : Kominfo Pemkab Mojokerto-
"Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam mewujudkan percepatan penurunan stunting yang berkelanjutan," ujar Bupati yang akrab disapa Gus Barra.
Gus Barra menyampaikan, stunting merupakan permasalahan strategis nasional yang memerlukan penanganan secara konvergen dan terintegrasi. Pemkab Mojokerto terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat intervensi spesifik dan sensitif di tingkat desa.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Mojokerto tercatat sebesar 15,3 persen, sementara di Provinsi Jawa Timur sebesar 14,7 persen. Angka tersebut menunjukkan pentingnya penguatan peran semua pihak dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting secara berkelanjutan.
BACA JUGA:Pelunasan Bipih Tahap Pertama Capai 70%, Kemenag Mojokerto Buka Tahap Kedua
BACA JUGA:Wali Kota Cek Proyek Pembangunan Kota Mojokerto, Sembari Olah Raga Bersepeda
Dalam pelaksanaan KKN ini, sebanyak 99 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya, termasuk dua mahasiswa asing dari Australia dan Belanda, diterjunkan langsung ke tengah masyarakat.
Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung edukasi masyarakat terkait gizi seimbang, pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan, penguatan peran posyandu, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
Gus barra menekankan pentingnya keselarasan program KKN dengan kebijakan dan program pemerintah daerah maupun pemerintah desa, agar manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan oleh masyarakat.

Mahasiswa FK Ubaya diterima Bupati Mojokerto-Foto : Kominfo Pemkab Mojokerto-
Sumber:
