Selama Desember 2025, Harga Cabai Rawit Membuat Indeks Fluktuasi Harga di Mojokerto Naik

Selama Desember 2025, Harga Cabai Rawit Membuat Indeks Fluktuasi Harga di Mojokerto Naik

Naiknya harga cabai rawit bikin indeks fluktuasi Kabupaten Mojokerto naik. -Foto : Fio Atmaja-

Mojokerto, Diswaymojokerto.id - Bappeda Kabupaten Mojokerto mencatat Indeks Fluktuasi Harga (IFH) pada Desember 2025 sebesar 0,92 persen, yang menunjukkan adanya kenaikan harga komoditas secara umum. Kenaikan ini dipicu naiknya harga cabai rawit. 

Terdapat empat kelompok komoditas memberikan andil kenaikan harga, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau; kelompok transportasi; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. 

Sementara, tujuh kelompok sisanya yaitu kelompok  pakaian dan alas kaki; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga; kelompok kesehatan; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; serta kelompok pendidikan, tidak memberikan andil penurunan maupun kenaikan harga (harga stagnan).

BACA JUGA:Pastikan Program Bedah Rumah Tepat Sasaran, Bupati Mojokerto Tinjau Rumah Warga Penerima Manfaat

BACA JUGA:Pertama Kali dalam Sejarah, PAD Kabupaten Jember Tembus Rp 1 Triliun

"Komoditas utama memberikan andil terbesar terjadinya kenaikan harga rata-rata dari bulan lalu adalah cabai rawit, bensin, bawang merah, es campur, daun bawang, tomat sayur, wortel, emas perhiasan, tahu mentah dan solar," kata Kepala Bappeda Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi, Rabu, 7 Januari 2026. 

Ia menjelaskan, kenaikan ini didorong meningkatnya harga cabai rawit akibat terganggunya pasokan pada musim hujan, sementara permintaan masyarakat relatif tetap atau cenderung meningkat. 

"Kondisi tersebut diperkuat oleh keterlambatan pasokan serta panjangnya rantai distribusi komoditas hortikultura yang bersifat volatil (tidak stabil)," jelasnya. 

Di sisi lain, penurunan harga kelapa memberikan kontribusi dalam menahan tekanan IFH. Meningkatnya pasokan seiring masuknya masa panen, didukung oleh kelancaran distribusi dan permintaan yang relatif stabil. 

"Kondisi tersebut menyebabkan tekanan harga kelapa cenderung menurun sehingga membantu meredam volatilitas harga secara keseluruhan," bebernya. 

BACA JUGA:Pelunasan Bipih Tahap Pertama Capai 70%, Kemenag Mojokerto Buka Tahap Kedua

BACA JUGA:Percepat Penurunan Stunting di Kabupaten Mojokerto, Gandeng Perguruan Tinggi

Sedangkan, komoditas yang mengalami penurunan harga rata-rata dari bulan lalu yaitu kelapa, daging ayam ras, udang basah, cabai merah, gula pasir, brokoli, nanas, rempela hati ayam dan gurame. 

Sementara itu, laju Indeks Fluktuasi Harga (IFH) tahun kalender (kumulatif) Kabupaten Mojokerto dari bulan Januari 2025 hingga bulan Desember 2025 sebesar 2,82 persen dan laju Indeks Fluktuasi Harga (IFH) tahun ke tahun (YoY) periode bulan Desember 2024 sampai bulan Desember 2025 sebesar 2,82 persen.

Sumber: