Tega, Pria di Kemlagi Mojokerto Dibacok Adik Ipar

Tega, Pria di Kemlagi Mojokerto Dibacok Adik Ipar

Polisi saat melakukan olah TKP.-Foto : Istimewa-

Mojokerto, Diswaymojokerto.id - Seorang pria bernama Suprat (60) warga Dusun Tabungan, Desa Tanjungan, Kemlagi, Mojokerto, mengalami luka bacok di bagian kepala setelah diserang adik iparnya sendiri, Kamis, 8 Januari 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. 

Pelaku diketahui bernama Joko (48), adik kandung dari istri korban. Keduanya tinggal dalam satu rumah dan diketahui memiliki hubungan yang tidak harmonis sejak lama.

Kakak ipar korban, Luluk mengatakan, pertengkaran antara Suprat dan Joko hampir terjadi setiap hari. Perselisihan tersebut kerap dipicu masalah sepele karena keduanya saling tidak menyukai.

“Setiap hari cekcok, hal kecil jadi masalah. Hubungan mereka ipar. Istrinya Suprat itu kakaknya Joko, dan Joko ini adik kandung saya,” ujarnya. 

Ia menambahkan, selama ini pertengkaran hanya sebatas adu mulut dan belum pernah berujung pada kekerasan fisik. “Kalau tantangan atau berkelahi baru hari ini, sebelumnya cuma cekcok saja,” imbuhnya. 

Sementara itu, Kepala Dusun Tabungan, Rikin menjelaskan, peristiwa bermula dari cekcok di dalam rumah yang kembali terjadi. Situasi kemudian memanas hingga pelaku mengambil senjata tajam.

“Awalnya bertengkar, lalu Joko ke belakang mengambil alat. Pak Suprat tidak tahu kalau Joko ambil senjata tajam. Tahu-tahu sudah dibawa, mau direbut tapi tidak bisa, langsung dibacok,” terangnya. 

Terpisah, Kapolsek Kemlagi AKP Marianto membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pelaku dan korban masih memiliki hubungan keluarga dekat.

“Pelaku dan korban masih family, Suprat itu kakak iparnya Joko,” katanya. 

Menurutnya, pelaku diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi yang dapat kambuh apabila mengalami tekanan psikologis.


Polisi melakukan olah TKP-Foto : Istimewa-

“Joko ini punya penyakit epilepsi, jadi kadang-kadang mengalami gangguan. Kalau ada tekanan, penyakitnya bisa kambuh,” ungkapnya.

Saat kejadian Joko mengambil sebilah parang dari dalam kamar setelah terlibat cekcok dengan korban. Awalnya cekcok di rumah, Joko ambil parang di kamarnya. Saat bertengkar ditepis sama Suprat, namun tetap mengenai kepala, tepatnya kulit rambut dan pelipis sebelah kanan. 

"Luka korban tidak lebih parah karena sempat menghindar. Kalau tidak menghindar, bisa mengenai kepala dan akibatnya lebih fatal,” bebernya. 

Sumber: