Dari 77 SPPG di Mojokerto, Baru 11 Kantongi SLHS
Dapur SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto, belum mengantongi SLHS.-Foto : Fio Atmaja-
Mojokerto, Diswaymojokerto.id - Legalitas satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Mojokerto mendapatkan sorotan. Dari jumlah 77 SPPG yang beroperasi, hanya 11 unit telah mengantongi sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra menjelaskan, mayoritas penyedia jasa makanan tersebut belum mengantongi SLHS.
"Dari total 77 SPPG beroperasi di Kabupaten Mojokerto, hanya 11 unit yang telah memiliki SLHS, sementara 66 sisanya masih dalam proses pengurusan," jelasnya, Rabu, 14 Januari 2026.
Ia mengatakan, kewajiban SLHS baru mulai diperketat oleh Badan Gizi Nasional (BGN) pada Oktober 2025.
"Kendala di lapangan sebenarnya tidak ada, semua dalam proses pemenuhan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). Namun, kewenangan untuk menentukan operasional atau tidaknya SPPG tersebut berada sepenuhnya di bawah kendali BGN," ucapnya.

Menteri HAM menenangkan korban keracunan MBG-Foto : Fio Atmaja-
Kondisi ini memicu urgensi pengawasan ekstra, terutama menyusul adanya dugaan kasus keracunan program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menyebut jumlah korban terdampak dugaan keracunan program makan bergizi gatis (MBG) mencapai 411 orang.
Dari 411 pasien tersebut, sebanyak 334 orang telah dinyatakan sembuh dan pulang, sementara 77 pasien lainnya masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Mojokerto.
BACA JUGA:Jumlah Korban Dugaan Keracunan MBG di Mojokerto Capai 411 Orang
"Mayoritas korban terkonfirmasi merupakan anak-anak pada jenjang pendidikan TK, SD, dan SMP," ujar Gus Barra sapaan akrab Bupati Mojokerto.
Terkait pembiayaan medis, Pemkab Mojokerto menjamin seluruh biaya pengobatan warga lokal melalui skema Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra tengah memakai baju putih saat memberi penjelasan jumlah korban keracunan MBG -Foto : Fio Atmaja-
Sumber:

