1340 Tenaga Pendidik di Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengembangan Talenta Digital Nasional
GUbernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membuka sosialisasi pengembangan talenta digital untuk pendidik di SMA, SMK SLB se Jatim-Foto : Kominfo Provinsi Jatim-
Surabaya, diswaymojokerto.id – Sebanyak 1340 tenaga pendidik di Jatim mengikuti sosialisasi program pengembangan talenta digital nasional jenjang SMA, SMK dan SLB se Jawa Timur di Surabaya, Selasa 20 Januari 2026.
Sosialisasi dibuka Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Gubernur mengatakan pengembangan talenta digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan penguatan literasi teknologi menjadi kunci utama dalam menyiapkan lulusan SMA, SMK, dan SLB agar siap terserap di dunia kerja yang terus berubah secara cepat.
“Istilah link and match memang mudah diucapkan, tetapi dalam praktiknya proses pencocokan antara lulusan dan kebutuhan dunia kerja terus mengalami dinamika. Data kebutuhan tenaga kerja selalu bergerak dan berubah, sehingga harus terus diperbarui agar kebijakan pendidikan yang kita susun tetap relevan,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan, kebijakan pembangunan yang didasarkan pada data lama tidak akan efektif menjawab tantangan zaman. Oleh karena itu, Jawa Timur memberi perhatian besar pada penguatan tata kelola data.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membuka sosialisasi pengembangan talenta digital untuk pendidik di SMA, SMK SLB se Jatim-Foto : Kominfo Provinsi Jatim-
Khofifah menyebutkan, Jawa Timur akan menerima apresiasi nasional sebagai provinsi terbaik dalam implementasi Satu Data Indonesia, yang mencerminkan komitmen seluruh perangkat daerah dalam menghadirkan data yang akurat dan mutakhir.
Dalam konteks pengembangan SDM, Khofifah menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital, big data, dan AI. Menurutnya, perusahaan-perusahaan berskala nasional dan multinasional saat ini sepenuhnya bekerja berbasis data dan ekosistem digital.
BACA JUGA:Pembekalan 1.116 PPPK Paruh Waktu, Dituntut Profesional dan Sukseskan Panca Cita
BACA JUGA:Sapi Terperosok Masuk Sungai, Petugas Damkar Mojokerto Lakukan Evakuasi
''Jika ekosistem pembangunan kita ditopang oleh SDM yang memiliki kapasitas digital dan AI yang kuat, maka kepercayaan investor akan semakin besar, dan Jawa Timur akan menjadi tujuan utama investasi,” tegasnya.
Khofifah menegaskan, penguasaan teknologi dan AI tidak boleh menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan. Guru, menurutnya, tidak akan tergantikan oleh AI, namun harus mampu menguasai dan memanfaatkan AI dalam proses pembelajaran.
“Teknologi dan karakter harus berjalan beriringan. AI adalah alat bantu, sementara pembentukan karakter, etika, dan nilai kemanusiaan tetap menjadi peran utama pendidik,” katanya.
BACA JUGA:Pencari Kayu Tewas Tercebur Sungai Sadar Mojokerto, Jenazah Ditemukan Siang Hari
BACA JUGA:Rekrutmen Calon Guru Sekolah Rakyat di Mojokerto Sepenuhnya Ditangani Kemensos
Sumber:
