Kunjungi Kopi Kapal Api, Terkesan Generasi ke 3 yang Membuat Perusahaan Tambah Besar

Kunjungi Kopi Kapal Api, Terkesan Generasi ke 3 yang Membuat Perusahaan Tambah Besar

Para peserta Explore Business bersama Dahlan Iskan di pabrik kopi Kapal Api-Kang Sahidin for Disway Mojokerto -

 

Sidoarjo, Diswaymojokerto.id – Siapa yang mengira Kopi Kapal Api yang saat ini sudah menguasai pasar dunia berawal dari penjualan keliling menggunakan pikulan? Itulah sejarah awal berdirinya Kopi Kapal Api di Surabaya oleh Go Soe Loet, generasi petama Kopi Kapal Api.

Dari keuletan Go Soe Loet menjalankan usaha kopi itu kemudian berkembang dan diteruskan anak-anaknya, salah satunya Soedomo Mergonoto, kemudian terus berkembang, dan saat ini di tangan generasi ke tiga, Kopi Kapal Api terus menjadi lebih besar. Peran generasi ke tiga yang makin membuat perusahaan berkembang itu mematahkan anggapan yang selama ini sering terjadi bahwa generasi ke 3 akan lebih banyak menghancurkan.

‘’Ini generasi ke tiga yang membuat perusahaan makin besar dan terus berkembang,’’ kata Dahlan Iskan, ketika memandu rombongan Explore Business Harian Disway bersama Dahlan Iskan pada hari pertama di pabrik kopi Kapal Api di Sidoarjo.


Peserta Explpore Business bersama Dahlan Iskan ketika dialog di PT Santos Jaya Abadi, pabrik Kopi Kapal Api di Sidoarjo-warijan - Disway Mojokerto-

Kunjungan di pabrik Kopi Kapal Api dilakuan setelah rombongan 50 peserta Explore Business itu mangunjungi pabrik Viva kosmetik, Safe n Lock Sidoarjo, dan Pemkab Sidoarjo. Di 4 lokasi itu para peserta benar-benar mendapat wawasan dan banyak tambahan wacana mengenai berbagai usaha yang disa dikembangkan.

BACA JUGA:Explore Business Bersama Dahlan Iskan, Ada Investasi Industri Halal di Safe n Lock Sidoarjo

BACA JUGA:Business Matching bersama Dahlan Iskan, Ada Pentol Kabul di Pemkab Sidoarjo

Di PT Santos Jaya Abadi dengan pabrik Kopi Kapal Api di Sidorajo, para peserta juga banyak bertanya dan mendapat berbagai penjelasan dari Christeven Mergonoto, salah satu anak Soedomo Mergonoto, yang saat ini bersama saudara-saudaranya meneruskan mngembangkan Kopi Kapal Api. ‘’Ayah saya benar-benar mengajari kami untuk berusaha dari bawah. Termasuk ketika sekolah, kami juga mendapat perlakuan berbeda dibanding anak-anak lain yang orang tuanya juga punya usaha besar,’’ katanya.

Dan dari kondisi itulah, kebiasaan menjalani hidup, berjuang, bekerja keras, mengembangkan usaha, benar-benar dijalani. ‘’Sampai akhirnya kami bisa mempunyai fasilitas seperti teman-teman lain dengan keringat kami sendiri. Ada kepuasan tersendiri bisa mengejar ‘ketinggalan’ dan mencapai keinginan itu,’’ tambahnya.

Ketika menjalankan perusahaan, pun Chiristeven juga tidak selalu menerima masukan begitu saja dari staf agtau karyawannya tentang kondisi di lapangan. Terjun ke lapangan, menjalin hubungan, dan langsung melihat kondisi pasar, juga menjadi salah satu kunci kesuksesan membesarkan perusahaan.


Christeven menjelaskan dinamika dan berbagai hal yang dilakukan PT Santos Jaya Abadi hingga bisa bertahan dan berkembang, dan bisa menguasai pasar kopi dunia-warijan - Disway Mojokerto-

‘’Kami jadi tahu secara langsung permasalahan, baik dengan produk kompetitor, distributor sampai kea gen-agen penjualan kopi. Sehingga kami juga bisa langsung merancang dan menyiapkan strategi yang lebih cocok,’’ paparnya.

BACA JUGA:Geger, Mayat Laki - laki Ditemukan Mengambang di Sungai Brantas Mojokerto

BACA JUGA:Inlandsch Meisjesschool, Sekolah Khusus Perempuan Pribumi Era Kolonial Berdiri di Mojokerto

Dengan melihat langsung kondisi di lapangan itulah, Christeven, kemudian malah lebih mengetahui selesar pasar di berbagai lapisan masyarakat. Sehingga produk-produk yang kemudian dihasilkan, kopi dan turunan atau variasinya bisa lebih mengena di pasar.

Christeven juga menjeaskan mengenai distribusi dan jaringan distribusi produk Kopi Kapal Api. Disebutkan, dengan langusng melihat kondisi, dia juga bisa secara langsung menentukan distribusi produknya sesuai permintaan pasar.

Selain itu, yang juga tidak kalah pentingnya adalah membentuk system yang kuat sehingga tidak begitu terpengaruh dengan berbagai kondisi atau dinamika kompetisi dan kondisi ekonomi. Dia juga menuturkan, perusahan pernah mengalami ‘bedhol desa’ karyawan level menengah yang pindah ke kompetitor.


Dahlan Iskan bersama sebagian peserta Explores Business ketika di pabrik kopi Kapal Api-dok Kang Sahidin for Disway Mojokerto-

Beberapa kali Kapal Api mengalami hal tersebut. Namun karena system yang dibangun juga kuat, maka dinamika keluarnya karyawan di level manajer, tidak begitu berpengaruh. ‘’Itu pentingnya membangun sistem yang kuat di perusahaan,’’ tuturnya.

BACA JUGA:Gubernur Khofifah : Kiprah Muslimat NU Miliki Posisi Strategis di Kancah Internasional

BACA JUGA:Kemenag Tentukan Batas Berbagai Produk Strategis Wajib Halal pada 17 Oktober 2026

Secara terpisah, Christeven juga menyebutkan, harus pandai-pandai menempatkan diri dalam pergaulan. ‘’Harus bisa menyesuaikan dengan siapa kita bergaul atau bertemu. Saya biasa nongkrong di warung, tapi juga bisa berkumpul di tempat yang lebih spesifik, seperti hotel, rumah makan, atau tempat lain,’’ sahutnya.

Dia juga bisa dengan ringan menyesuaikan diri dengan lingkungan tempatnya bertemu, termasuk menyesuaikan penampilan. ‘’Kalau pertemuannya dengan lingkungan yang mengenakan barang-barang branded, juga bisa menyesuaikan. Harus bisa menempatkan diri dengan pas sesuai dengan lingkungan,’’ katanya sambal tersenyum.

Sumber:

Berita Terkait