Terkesan dengan JIIPE, Kawasan Ekonomi Khusus Terintegrasi dengan Pelayanan Lengkap Terintegrasi
Direktur SEZ JIIPEE, Ayu Yayuk, menjelaskan dan memperlihatkan kawasan JIIE dari gedung kantor JIIPE di Kecamatan Manyar, Gresik-andung - disway mojokerto-
Gresik, Diswaymojokerto.id – Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Kawasan Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, menjadi destinasi istimewa rombongan Explore Business Harian Disway bersama Dahlan Iskan. Betapa tidak, rombongan mendapat wacana tentang Kawasan khusus ekonomi dan memiliki peluang untuk memperluas jaringan usahanya.
Seperti diketahui, JIIPE merupakan kawasan ekonomi khusus dengan luas 3000 hektar dengan kelengkapan fasilitas penunjang dan pelayanan investasi yang terintegrasi. ‘’Semua fasilitas sudah tersedia di sini, mulai dari kebutuhan listrik, gas, air bersih, sampai pelayanan pengurusan keimigrasian dan bea cukai,’’ kata Rr Ayu yayuk Dwi Hastuti, Direktur SEZ dan Hubungan Eksternal JIIPE, saat menerima rombongan Explore Business Harian Disway bersama Dahlan Iskan hari ke 2, Minggu, 25 Januari 2026.
JIIPE juga dibagi dalam beberapa zone atau Kawasan seperti Kawasan industri, kawasan pelabuhan, sampai kawasan perumahan untuk karyawan. Perumahan untuk karyawan diletakkan di dalam area JIIPE karena secara keseluruhan JIIPE membutuhkan 42 ribu karyawan. Sehingga karyawan dalam jumlah besar tersebut perlu diakomodir di dalam area Kawasan untuk memudahkan transportasi dan keperluan lainnya.

Peserta mendoaat penjelasan tentag JIIPE dan diperlihatkan maket kawasan JIIPE -andung - disway mojokerto-
Ayu juga menjelaskan keistimewaan lainnya di JIIPE adalah penyediaan listrik dengan sollar apung di salah satu area dekat pelabuhan. Pelabuhan yang disediakan juga bisa untuk sandar kapal dengan tonase besar atau pelabuhan laut dalam.
BACA JUGA:Pemkot Mojokerto Gelar Lomba Mojo Indah 2026 Berhadiah Puluhan Juta Rupiah
BACA JUGA:Banjir Rendam Ratusan Hektare Sawah, Ama Siswanto Dorong Kaji Ulang Pendirian Pabrik
Saat ini JIIPE sudah mendatangkan tenant, termasuk Bank Indonesia yang juga mendirikan kantor di lokasi tersebut. Selain PT Freeport juga sudah membangun pabrik di lokasi itu, disamping beberapa perusahaan dari China – diantaranya pabrik kaca - yang juga sudah berdiri di tempat itu, perusahaan dari Jepang, Swiss, Amerika, dan lainnya.
Khusus untuk wilayah pelabuhan seluas 406 hektar, ini yang menjadi kawasan khusus, berdasarkan peraturan pemerintah. ‘’Ada conveyor yang menghubungkan pelabuhan langsung ke pabrik. Sehingga mempermudah transportasi dari dan ke pelabuhan,’’ tambahnya.
Saat ini di JIIPE sudah 32 pelaku usaha, diantaranya adalah 17 tenant, termasuk Bank Indonesia dan perusahaan tambang PT Freeport Indonesia. JIIPE juga merupakan Proyek Strategis Nasional yang akan menjawab kebutuhan Industri 4.0.

Peserta Explores Business dialog dengan Dahlan Iskan di sela-sela kunjungan di lokasi JIIPE -andung - disway mojokerto-
Ini menyediakan konektivitas yang unggul dengan transportasi multimoda, pelabuhan laut dalam yang terhubung, utilitas lengkap satu atap, izin lingkungan, dan izin konstruksi cepat. Disebutkan, status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) akan memberikan tambahan insentif bagi investor, juga pajak penghasilan yang lebih rendah dan beacukai.
Insentif non-fiskal mencakup persetujuan dan lisensi 1 pintu, kemudahan pengiriman barang, dan fleksibilitas dalam pekerjaan. Integrasi fasilitas JIIPE, lokasi strategis, dan status KEK otomatis akan mendorong tercapainya target pemerintah untuk menurunkan biaya logistik dan operasional lainnya.
Sebagai proyek strategis nasional, JIIPE menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik. Seperti disebutkan, adanya ketersediaan utilitas yang dibutuhkan industri seperti pembangkit listrik, air tawar Industri, pengelolaan limbah, pasokan gas, dan jaringan telekomunikasi, menjadikan JIIPE sebagai tujuan investasi utama di Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga diajak keliling di Kawasan KEK JIIPE sampai ke pelabuhan dan melihat aktivitas di pelabuhan internasional tersebut. Rombongan juga melintasi kawasan yang akan digunakan sebagai sollar apung, serta ke daerah industri yang sudah aktif seperti pabrik kaca dari China.
Sumber:
