Bangun Musholla Baitul Maqdis, Warga Rame-Rame Gotong Royong

Bangun Musholla Baitul Maqdis, Warga Rame-Rame Gotong Royong

Rencana gambar pembangunan musholla Baitul Maqdis di Dusun Gayaman, Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar-dok panitia pembangunan Musholla Baitul Maqdis for Disway Mojokerto-

 

Mojokerto, Diswaymojokerto.id – Warga Dusun Gayaman, Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar gotong royong membangun musholla di Dusun Gayaman, Desa Gayaman. Gotong royong dilakukan mulai dari persiapan sampai pelaksanaan pembangunan musholla yang diberi nama Baitul Maqdis.

Ide pembangunan musholla berawal dari warga yang mewakafkan lahan di pinggir jalan di sebelah utara lapangan desa. Lahan yang diwakafkan tersebut memang untuk membangun musholla agar warga yang berkativitas di lapangan desa dan sekitarnya lebih mudah menjalankan ibadah.

Ketua panitia pembangunan Musholla Baitul Maqdis, Djaenuri, mengatakan, begitu ada warga yang mewakafkan lahan, segera dibentuk panitia. Warga terlihat semangat, dan begitu terbentuk panitia, warga langsung membuat program, mulai perencanaan, menjaring usulan warga tentang bentuk musholla dan penggunaannya.


Pembangunan musholla secara gotong royong di Dusun Gayaman, Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar-andung - disway mojokerto-

‘’Berdasarkan usulan warga, disamping membangun musholla juga akan dibangun ruang untuk ngaji atau tpq, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa,’’ katanya.

BACA JUGA:Cegah Penyebaran PMK, Pasar Hewan di Mojokerto Disemprot Disinfektan

BACA JUGA:BPK Soroti Kinerja Pemprov Jatim Dalam Hal Pendidikan dan Ketahanan Pangan

Panitia pun langsung mengurus segala keperluan mulai dari surat menyurat, dokumen wakaf sampai persiapan pembangunan. Semangat panitia  membangun terlihat dari persiapan mulai dari membuat desain sampai pengumpulan dana.

‘’Warga juga semangat membantu dan gotong royong. Ada yang membantu membatkan desain, mengumpulkan donasi, sampai pengadaan material dan bahan bangunan,’’ tambahnya.

Donasi pun mengalir, tak hanya dari warga Desa Gayaman, tetapi juga dari warga luar desa seperti dari Desa Gebang Malang yang berbatasan di utara Desa Gayaman. Sumbangan mengalir mulai dari uang tunai maupun material bangunan.


Warga membantu pembangunan musholla dengan menyumbang dalam bentuk material bangunan seperti batu pondasi, koral, semen, maupun pasir. Panitia masih open donasi untuk pembangunan yang diharapkan selesai saat bulan Ramadan sehingga bisa digunakan beribadah-dok panitia pembangunan Musholla Baitul Maqdis for Disway Mojokerto-

‘’Alhamdulillah, ada yang memberi donasi dalam bentuk semen, sumbangan batu koral, pasir, baytu pondasi, besi dan lainnya seperti tandon air. Ada juga menyumbang dalam bentuk uang tunai dan pembuatan sumur bor,’’ tambahnya.

BACA JUGA:Pembuatan Sumur Resapan Proyek Mewlafor segera Direalisir

BACA JUGA:Sterina, Perusahaan Sterilisasi Berbagai Produk, Bangkit setelah Lumpuh Akibat Covid

Peletakan batu pertama pembangunan musholla dilakukan akhir November 2025 setelah dilakukan tasyakuran di lahan lokasi musholla dan tpq di atas lahan seluas 269,5 meter persegi itu. ‘’Alhamdulillah sampai saat ini masih terus dilakukan pembangunan, kami berharap pembangunan selesai sekitar 3 bulan sehingga bisa digunakan untuk beribadah di bulan Ramadan,’’ tuturnya.

Saat ini pembangunan sudah dalam tahap pengecoran bagian atap untuk kubah musholla yang dilakukan dalam 2 tahap. ‘’Alhamdulilah warga juga sukarela gotong royong saat pengecoran bagian atas bangunan,’’ tuturnya.

Disebutkan, panitia juga masih membuka donasi untuk pembangunan musholla dan tpq yang menelan biaya sekitar Rp 350 juta itu. Donasi bisa berbentuk material bangunan maupun dalam bentuk uang. ‘’Kalau dalam bentuk uang bisa digunakan untuk membayar tukang dan keeprluan lain di luar material pembangunan. Termasuk untuk perlengkapan seperti sound system kalua pmbengunan fisik sudah selesai,’’ pungkasnya.

Sumber: