Warga Kota Mojokerto Lestarikan Tradisi Nyadran

Warga Kota Mojokerto Lestarikan Tradisi Nyadran

Arak - arakan tumpeng bagian dari tradisi Nyadran di Kelurahan Blooto.-Foto : Fio Atmaja-

Mojokerto, Diswaymojokerto.id  – Ratusan warga Lingkungan Kemasan, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, antusias menggelar tradisi Nyadran dengan mengarak tumpeng raksasa seberat sekitar 300 kg ke Makam Mbah Jimat, Kamis, 29 Januari 2026. 

Ritual tahunan yang menyambut bulan Ramadan ini juga diisi dengan doa bersama, pembagian sekitar 200 tumpeng kecil, dan 1.300 kue serabi khas Blooto secara gratis.

Kirab yang diiringi kelompok marawis, banjari, dan karawitan tersebut diikuti warga yang mengenakan pakaian adat. 

“Sesuai tujuan Nyadran ini, kami kirim doa untuk leluhur, keluarga yang mendahului kita,” ujar Ketua Acara, Joko Purnomo (36), Jumat, 30 Januari 2026. 


Nyadran menjadi ekspresi rasa gembira, bungah, dan syukur atas kehadiran Ramadan-Foto : Fio Atmaja-

Setiba di kompleks makam, warga menggelar khataman Al-Qur’an dan doa bersama sebelum membagikan seluruh hidangan kepada masyarakat.

Joko menambahkan, perbedaan pelaksanaan tahun ini adalah kehadiran iringan musik karawitan. Tradisi yang berakar dari akulturasi budaya Jawa dan Islam ini dilestarikan secara turun-temurun sebagai wujud syukur dan penghormatan kepada leluhur. 

BACA JUGA:Komisi B DPRD Jatim, Wiwin Sumrambah : Penetapan Desa Wisata Perlu Kesiapan dan Dukungan Lintas Sektor

BACA JUGA:Siang Ini Hujan Merata di Seluruh Kecamatan di Kabupaten Mojokerto

“Nyadran menjadi ekspresi rasa gembira, bungah, dan syukur atas kehadiran Ramadan,” jelasnya.

Kegiatan ini menunjukkan kekuatan kearifan lokal di tengah derasnya perkembangan zaman, sejalan dengan ikon kebesaran Kerajaan Majapahit yang diusung Pemerintah Kota Mojokerto. Melalui ritual seperti Nyadran, masyarakat tidak hanya menjaga tradisi tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan identitas budaya.

 

Sumber: