BPBD Jember Distribusikan Bantuan Logistik kepada Korban Rumah Roboh di Patrang
Petugas BPBD Kabupaten Jember menyerahkan bangtuan kepada warga yang atap rumahnya roboh akibat hujan dan anging kencang di Kecamatan Patrang-dok BPBD Kab Jember for Disway Mojokerto-
Jember, Diswaymojokerto.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan asesmen sekaligus distribusi bantuan logistik pasca kejadian rumah roboh di wilayah Kecamatan Patrang, Jumat, 30 Januari 2026. Robohnya rumah tersebut akibat hujan deras dan angin kencang, sehingga membuat atap dapur warga rusak berat.
Kalaksa BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan, distribusi bantuan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap dampak cuaca ekstrem. Bebefapa hari terakhir Jember memang dilanda hujan deras dan angin kencang.
‘’Cuaca ekstrem beberapa hari terakhir memang mengakibatkan kerusakan di beberapa lokasi. Kami sudah melakukan asesmen, dan ini salah satu langkah dari Pemerintah Kabupaten Jember,’’ katanya, Jumat, 30 Januari 2026.

Atap dapur rumah warga di Gebang Darwo, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang akibat hujan deras dan angin kencang.-dok BPBD Kab Jember for Disway Mojokerto-
Dari laporan yang masuk, rumah yang terdampak adalah milik Hendra Adi Suwarno (35). Bagian atap dapur rumah tersebut rusak berat di bagian atap dapur. ‘’Tidak ada korban, namun kami tetap melakukan asesmen dan penanganan,’’ tambahnya.
BACA JUGA:BPBD Jember Ingatkan Warga Tingkatkan Kewaspadaan, Hindari Aktivitas di Area Sungai
BACA JUGA:Pemerintah Tegaskan MBG Tetap Berjalan Meski Bulan Ramadan
Edy menuturkan, robohnya rumah milik Hendra roboh tersebut terjadi pada Kamis dini hari, 29 Januari 2026, sekitar pukul 04.15 WIB. Hujan lebat yang mengguyur wilayah Patrang sejak siang hingga malam sebelumnya, tanggal 28 Januari 2026 menyebabkan kondisi bangunan yang telah lapuk tidak mampu menahan beban air hujan.
Akibatnya, atap dapur rumah berukuran kurang lebih 5 meter x 4 meter roboh. Laporan kejadian diterima oleh BPBD Kabupaten Jember pada Jumat, 30 Januari 2026 pukul 09.30 WIB dan segera ditindaklanjuti di hari yang sama.
Berdasarkan laporan yang ada, lokasi kejadian berada di RT 004/RW 025, Jalan Kaca Piring Gang Cukil Nomor 212, Lingkungan Gebang Darwo Barat, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Wilayah tersebut termasuk kawasan permukiman padat penduduk sehingga penanganan cepat diperlukan untuk menghindari potensi bahaya lanjutan.

Petugas BPBD Kabupaten Jember melakjukan asesmen di rumah warga yang roboh di Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, akibat hujan deras dan angin kencang-dok BPBD Kab Jember for Disway Mojokerto-
Berdasarkan hasil asesmen lapangan, rumah warga tersebut dikategorikan mengalami rusak ringan (RR). Hingga saat ini, penghuni rumah masih menempati bangunan tersebut dengan kondisi yang belum sepenuhnya aman.
BACA JUGA:Kabupaten Mojokerto Terima 12 Ribu Dosis Vaksin PMK
Pihaknya segera melakukan asesmen langsung di lokasi sekaligus mendistribusikan bantuan logistik kepada korban terdampak. Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako provinsi, mie instan, sandang, perlengkapan kebersihan, tambahan gizi, lauk pauk, makanan siap saji, selimut, serta terpal ukuran 5 x 6 meter.
Edy berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban korban serta memenuhi kebutuhan dasar sementara. ‘’Saat ini, kondisi rumah belum dilakukan perbaikan maupun pembersihan material reruntuhan,’’ sahutnya.
Namun, pihaknya merekomendasikan agar pihak kelurahan bersama warga setempat melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan material rumah roboh. Selain itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.
Pihakknya juga merekomendasikan segera diturunkan Tim Jitupasna guna menghitung dampak dan estimasi kerugian sebagai dasar tindak lanjut rehabilitasi dan rekonstruksi. Kegiatan ini melibatkan BPBD Kabupaten Jember, perangkat kelurahan setempat, serta partisipasi aktif warga.
BACA JUGA:Pemkab Jember Evaluasi Layanan MBG, Tegaskan Komitmen Penuhi Gizi Anak
Edy menyebutkan tidak terdapat kendala berarti selama pelaksanaan asesmen dan distribusi bantuan. ‘’Berkat sinergi lintas sektor dan kepedulian Bersama sehingga penanganan pascabencana dapat berjalan optimal,’’ pungkasnya.
Sumber:
