Tinjau Kolam Budidaya Ikan, DKPPP Jember Pastikan Program Satu Kolam Satu Keluarga Lancar

Tinjau Kolam Budidaya Ikan, DKPPP Jember Pastikan Program Satu Kolam Satu Keluarga Lancar

Program satu koam satu keluarga di Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji-dok DKPP Kab Jember for Disway Mojokerto-

Jember, Diswaymojokerto.id – Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKPPP) terus genjot program pemberdayaan masyarakat satu kokam satu keluarga. Program satu kolan satu keluarga ini untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui kegiatan budidaya ikan.

Salah satu langkah untuk menggenjot program tersebut dengan melakukan monitor dan evaluasi program. ‘’Kami terus memantau pelaksanaan program satu kolam satu keluarga yang sudah dijlaankan,’’ kata Kepala DKPPP Kabupaten Jember, Ir Widodo Juianto, Rabu, 4 Februari 2026.

Disebutkan, salah satu monev yang dilakukan di Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan program di lapangan. ‘’Selain itu juga mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta memastikan program berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan,’’ tambahnya.


Tim DKPP Jember meninjau Program Satu Kolam Satu Keluarga-dok DKPPP - kominfo Kab Jember for Disway Mojokerto-

Pelaksanaan monitoring dilakukan oleh staf Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan, dengan didampingi langsung oleh Kepala Desa Gugut. Kehadiran pemerintah desa dalam kegiatan ini mencerminkan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam mendukung keberhasilan program pemberdayaan masyarakat berbasis perikanan.

BACA JUGA:Ancaman Bencana Pangan dan Air Dibahas di Festival Aspirasi BAM DPR RI di Mojokerto

BACA JUGA:Pemindahan Ibu Kota Mojokerto ke Mojosari Tinggal Selangkah Lagi Usai Konsultasi Publik

Monitoring dan evaluasi dilakukan terhadap 50 kolam budidaya yang merupakan bagian dari Program Satu Kolam Satu Keluarga. Seluruh kolam tersebut tersentralisasi pada 2 lokasi budidaya dan dikelola secara aktif oleh BUMDesMa Gugut.

Sistem pengelolaan terpusat ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas pengawasan, efisiensi pengelolaan, serta memudahkan koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan budidaya ikan. ‘’Kondisi teknis budidaya ikan secara umum terpantau baik,’’ sahutnya.

Disebutkan, pertumbuhan ikan berada dalam kondisi normal dan sehat sesuai dengan tahapan umur dan waktu pemeliharaan. Adapun mortalitas ikan hanya terjadi dalam jumlah kecil, terutama pada fase awal penebaran benih yang merupakan masa adaptasi ikan terhadap lingkungan baru.

Setelah melewati fase tersebut, kondisi ikan dinilai aman dan terkendali, tanpa adanya indikasi gangguan kesehatan yang signifikan. Hasil monitoring ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Satu Kolam Satu Keluarga di Desa Gugut berjalan sesuai rencana dan standar teknis budidaya.

Pengelolaan yang dilakukan oleh BUMDesMa Gugut, dengan dukungan pemerintah desa, memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan program serta meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam mengembangkan usaha budidaya ikan. ‘’Kami memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi lapangan serta capaian program,’’ tuturnya.

Ke depan, pihakknya akan terus melakukan pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan, baik dari aspek teknis budidaya maupun manajemen pengelolaan. ‘’Agar Program Satu Kolam Satu Keluarga dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, mendukung ketahanan pangan keluarga, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga Desa Gugut dan sekitarnya,’’ pungkasnya.

Sumber:

Berita Terkait