Selama Januari 2026, Komoditas Cabai Rawit Bikin Indeks Fluktuasi Harga di Mojokerto Turun
Harga cabai rawit turun picu penurunan IFH Kabupaten Mojokerto pada Januari 2026-Foto : Fio Atmaja-
Mojokerto, Diswaymojokerto.id - Bappeda Kabupaten Mojokerto mencatat Indeks Fluktuasi Harga (IFH) pada Januari 2026 sebesar -0,40 persen, yang menunjukkan adanya kecenderungan penurunan harga komoditas secara umum. Penurunan ini dipicu turunnya harga cabai rawit.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh dua kelompok komoditas yang memberikan andil penurunan harga, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok transportasi.
Sementara itu, dua kelompok komoditas lainnya memberikan kontribusi terhadap kenaikan harga, yakni kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Sementara, tujuh kelompok sisanya yaitu kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga; kelompok kesehatan; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; kelompok pendidikan; serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran, tidak menunjukkan perubahan harga atau cenderung stabil.
BACA JUGA:Tinjau Kolam Budidaya Ikan, DKPPP Jember Pastikan Program Satu Kolam Satu Keluarga Lancar
BACA JUGA:DPUPR Kabupaten Jombang Survei Aset Milik Pemkab
"Komoditas utama memberikan kontribusi terbesar terhadap penurunan harga rata-rata pada Januari 2026 meliputi cabai rawit, bensin, cabai merah, bawang merah, tomat sayur, solar, beras, wortel, kelapa, dan bayam," kata Kepala Bappeda Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi, Kamis, 5 Februari 2026.
Ia menjelaskan, penurunan IFH di Kabupaten Mojokerto pada Januari 2026 disebabkan oleh turunnya harga cabai rawit.
"Penurunan harga tersebut terjadi akibat meningkatnya pasokan cabai rawit di pasar, yang didorong oleh kondisi panen yang relatif baik di daerah sentra produksi serta kelancaran distribusi, sehingga harga di tingkat pedagang dan penurunan," jelasnya.
Di sisi lain, komoditas yang mengalami kenaikan harga rata-rata dibandingkan bulan sebelumnya antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, udang basah, dan ikan gurame.
Sementara itu, komoditas penyumbang kenaikan IFH tertinggi adalah emas perhiasan. Kenaikan harga emas perhiasan terutama dipicu oleh meningkatnya harga emas dunia yang dipengaruhi oleh faktor global.
BACA JUGA:Yuk, Simak Fakta Seputar Influenza
BACA JUGA:Inovasi Bioteknologi UNEJ Jawab Tantangan Infeksi Resisten Antibiotik
"Salah satu faktor yakni ketidakpastian ekonomi internasional dan pergerakan nilai tukar, sehingga berdampak langsung pada kenaikan harga emas perhiasan di tingkat lokal," bebernya.
Sumber:







