Fenomena Gen Z, Lebih Takut Tak Bisa Transaksi Cashless Dibanding Patah Hati

Fenomena  Gen Z, Lebih Takut Tak Bisa Transaksi Cashless Dibanding Patah Hati

Coffe shop yang menyediakan pembayaran via Qris-Foto : Afthon Magang-

Mojokerto, diswaymojokerto.id - Apa yang lebih ditakuti Gen Z zaman sekarang daripadi patah hati, nonton film horor atau masuk ke rumah hantu? Jawabannya sangat mengejutkan, yakni tak bisa melakukan transaksi cashless atau pembayaran menggunakan uang elektronik. 

Ketakutan kolektif  generasi muda yang rasanya sangat aneh, yaitu khawatir tak bisa transaksi keuangan menggunakan Qris.

Hal ini  terdengar seperti bahan candaan, tapi realitas ini memang nyata dan tengah dirasakan oleh hampir keseluruhan kalangan Gen Z.

Di kehidupan Gen Z ketakutan soal transaksi sangat sederhana yaitu tidak dapat menggunakan Qris dalam melakukan transaksinya. 

Meme tentang  Gen Z yang phobia dengan uang tunai pun beredar luas di berbagai platform media sosial. Fenomena ini menyimpan cerita menarik tentang perubahan cara bertransaksi Gen Z.


Bertransaksi dengan menggunakan Qris sudah mafhum dilakukan dimana-mana-Foto : Afthon Magang-

Pembayaran menggunakan Qris diluncurkan secara resmi oleh Bank Indonesia (BI) bersama dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) pada 17 Agustus 2019.

Secara masif, uang tunai mulai banyak di tinggalkan. Alat pembayaran uang tunai digantikan oleh pembayaran berbasis digital yang mendukung sistem Qris. 

Mulai dari membeli hal hal sederhana seperti kopi, jajanan kaki lima, bayar parkir, hingga patungan pembayaran saat nongkrong bersama teman-temannya, kini sudah sepenuhnya bisa menggunakan aplikasi Qris yang ada di ponsel.

Pengguna Qris adalah para mahasiswa, pekerja muda, hingga para pegiat komunitas kreatif. Mereka tumbuh dan berkembang bersama kecanggihan teknologi yang mereka genggam di ponsel.

BACA JUGA:Kopi, Minuman Favorit Para Ulama Sejak Dahulu Kala

BACA JUGA:Lahan Bakal Pusat Pemerintah Kabupaten Mojokerto Mulai Diukur

Keberadaan Qris juga disertai berkembangnya e-money yang makin marak melalui dompet dompet digital. Bagi generasi sekarang, dompet fisik hanyalah sebuah tempat untuk menata rapi kartu kartu identitas mereka, dan nyaris tidak ditemukan uang tunai.

Fenomena ini mudah ditemui di tempat aktivitas Gen Z, seperti coffe shop, kampus, mall, festival dan acara komunitas. 

Sumber: