Hujan Lebat, Sungai Tetelan Meluap, 8 KK di Desa Harjomulyo Terdampak

Hujan Lebat, Sungai Tetelan Meluap, 8 KK di Desa Harjomulyo Terdampak

Baniir akibat luapan SUngai Tetelan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, menggenangi 8 rumah warga.-dok BPBD Kab Jember for Disway Mojokerto-

Jember, Diswaymojokerto.id - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, pada Kamis, 5 Februari 2026, petang menyebabkan banjir luapan Sungai Tetelan di Dusun Jalinan RT 002 RW 013, Desa Harjomulyo. Luaopan air yang terjadi sekitar pukul 17.30 WIB dan terus dipantau hingga malam oleh petugas gabungan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menerima laporan resmi kejadian tersebut pada pukul 22.35 WIB. Dari laporan tersebut diketahui banjir luapan menggenangi permukiman warga dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 30 sentimeter.

Bahkan, sebanyak 8 kepala keluarga rumahnya terdampak dan lumpur masuk ke dalam rumah hingga setinggi kurang lebih 10 sentimeter. Warga terdampak antara lain Ny Akma, Ny HA, Ny Tun yang merupakan lansia berusia 80 tahun, serta  Purwanto beserta keluarganya, Ny Yati, Surahma, Wawan, serta Romli yang di dalam keluarganya terdapat seorang lansia berusia 70 tahun.


Hujan deras di Wilayah Kecanatan Silo sebabkan sungai Tettan meluap dan 8 rumah warga terdampak banjir.-dok BPBD Kab Jember for Disway Mojokerto-

Selain rumah warga, dampak lain yang tercatat adalah tergerusnya tebing sungai serta terganggunya aktivitas harian masyarakat setempat. Laporan warga menyebutkan, hujan mulai turun sejak pukul 14.30 WIB dengan durasi yang cukup lama hingga malam hari.

BACA JUGA:Pemkab Jember Tertibkan Jaringan Kabel Optik Internet Ilegal

BACA JUGA:Korban Banjir Bandang di Kecamatan Panti Diketemukan di Puger

Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan debit air Sungai Tetelan meningkat secara signifikan dan akhirnya meluap ke permukiman warga. Ironisnya, ada barongan bambu yang menyumbat aliran sungai, sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar.

Hingga pukul 22.00 WIB, banjir mulai surut dan aliran sungai kembali normal, namun lumpur masih tersisa di dalam rumah warga yang terdampak. ‘’Sehingga membutuhkan penanganan lanjutan,’’ kata Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, Jumat, 6 Februari 2026.

Edy menyebutkan, pihaknya menerima laporan potensi banjir di Sungai Tetelan dan langsung menurunkan tim reaksi cepat untuk memantau.. ‘’Tim melaporkan cuaca cerah pada malam hari, sehingga membantu proses pemantauan di lapangan,’’ tambahnya.


;lebat juga sebabkan longsor dan pohon tumbang di wilayah Kecamatan Patrang. -dok BPBD Kab Jember for Disway Mojokerto-

Sebagai upaya penanganan awal, tambahnya, pihaknya melakukan koordinasi dengan unsur terkait dan melaksanakan assessment dampak kejadian, serta melakukan pendokumentasian di lokasi terdampak. ‘’Kami juga merekomendasikan kepada pihak kecamatan dan desa untuk melaksanakan kerja bakti pembersihan saluran irigasi yang tersumbat,’’ sahutnya.

BACA JUGA:BPBD Jember Edukasi Mitigasi Gempa Sejak Usia Dini

BACA JUGA:Dua Pria Tewas Usai Sepeda Motor Dikendarai Tabrak Pohon Mojosari Mojokerto

Pihaknya juga merekomendasikan instansi setempat nmelkukan pembersihan rumah warga yang terdampak lumpur. ‘’Selain itu, rekomendasi juga disampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan penanganan lebih lanjut,’’ tambahnya.

Terutama terhadap dampak banjir dan kondisi tebing sungai yang tergerus. ‘’Masyarakat juga kami imbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan deras yang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan,’’ ujarnya..

Smentara itu di Lingkungan Gelisan, Desa Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, terjadi longsor pada Kamis, 5 Februari 2026. Longsor dipicu hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih dua jam.


Pohon tumbang di wilayah Kecamatan Patrang akibat hujan deras.-dok BPBD Kab Jember for Disway Mojokerto-

Longsor dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dan menyebabkan kerusakan pada rumah warga serta menutup akses jalan lingkungan. Edy menyebutkan, pihaknya melakukan penanganan darurat di lokasi berdasarkan hasil asesmen di lapangan yang menyebutkan longsor sepanjang sekitar 10,5 meter dengan tinggi mencapai 4 meter.

BACA JUGA:Ning Ita Pimpin Kerja Bakti Massal Serentak di Kota Mojokerto, Dukung Gerakan Indonesia ASRI

BACA JUGA:Ibu Tewas Diduga Terlindas Truk di Simpang Empat Trowulan Mojokerto, Anaknya Selamat

Longsor mengakibatkan sebagian bangunan rumah rumah milik  Didik, 54 tahun, mengalami amblas. Longsor juga mengancam 2 rumah warga lainnya di sekitar lokasi, masing-masing milik Dedy, 55 tahun, dan Aryati, 70 tahun.

Selain penyaluran bantuan, BPBD bersama perangkat kelurahan, relawan, dan warga setempat melaksanakan kegiatan kerja bakti. Kegiatan ini meliputi pembersihan material lumpur serta pemasangan satu lembar terpal pada area longsoran.

Sumber:

Berita Terkait