Beberapa Tradisi Unik Masyarakat Sambut Ramadan

Beberapa Tradisi Unik Masyarakat Sambut Ramadan

Tradisi membersihkan masjid sebelum memasuki bulan Ramadan sudah menjadi kebiasaan warga muslim di Indonesia-Foto : Ahmad Rizal Magang-

Mojokerto, diswaymojokerto.id – Bulan Ramadan segera tiba. Bulan yang ditunggu seluruh umat muslim di dunia. Bulan itu hadir membawa undangan untuk memperbaiki diri, menata hati, dan mendekat kepada Ilahi

Selama Ramadan, umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Umat Islam diwajibkan menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Di Indonesia, datangnya bulan Ramadan disambut dengan berbagai tradisi dan cara yang unik sesuai dengan kebiasaan-kebiasaan yang hidup di masyarakat setempat.  

Indonesia memiliki 17.380 – 17.508 pulau dan memiliki sekitar 1.340 suku bangsa yang berbeda di seluruh nusantara. 

Dari keberagaman ini, tentu setiap daerah melahirkan banyak tradisi unik dalam menyambut bulan suci Ramadan. 

Untuk mengenal berbagai tradisi Masyarakat Indonesia menyambut Ramadan, berikut ini ada beberapa kebiasaan Masyarakat yang selalu dilaksanakan menjelang datangnya Ramadan.


Membersihkan masjid menjelang Ramadan-Foto : Ahmad Rizal Magang-

1. Memandikan masjid (Kalimantan Selatan)

Tradisi memandikan atau membersihkan masjid di Kalimantan Selatan merupakan bentuk gotong royong masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan. 

Tradisi ini mencerminkan semangat kebersamaan dan religiusitas yang kuat di masyarakat Kalimantan. Tradisi ini biasanya dilakukan 5 hari sebelum memasuki bulan Ramadan. 

Kegiatan ini bertujuan untuk membuat nyaman masyarakat ketika beribadah di bulan suci dan sebagai simbol bahwa masyarakat siap menjalani ibadah ibadah di bulan Ramadan.

BACA JUGA:Jejak Langkah Elang Katulistiwa, Dampingi 1.672 Petani, Tanam 185.000 Bibit Pohon

BACA JUGA:Harga Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Utama Kenaikan Indeks Fluktuasi di Mojokerto Januari 2026

2. Malamang (Sumatra Barat)

Sumber: