Fenomena Self Reward, Menghargai Diri Sendiri Ataukah Budaya Konsumtif?

Fenomena Self Reward, Menghargai Diri Sendiri Ataukah Budaya Konsumtif?

Liburan sebagai salah satu self reward-Foto : Habib Magang-

Mojokerto, diswaymojokerto.id -Fenomena self-reward atau memberi hadiah kepada diri sendiri kini menjadi kebiasaan baru di kalangan anak muda. Tren ini semakin menguat seiring meningkatnya tekanan akademik, tuntutan pekerjaan, serta ekspektasi sosial di era digital yang serba cepat.

Bagi banyak generasi muda, self-reward dianggap sebagai bentuk apresiasi atas usaha yang telah dilakukan sekaligus cara sederhana menjaga kesehatan mental.

Berdasarkan pengamatan di sejumlah pusat perbelanjaan dan platform e-commerce, anak muda kerap melakukan pembelian barang maupun jasa sebagai bentuk penghargaan diri. Mulai dari makanan favorit, pakaian, produk kecantikan, hingga liburan singkat menjadi pilihan populer.

Aktivitas ini biasanya dilakukan setelah menyelesaikan tugas kuliah, mencapai target kerja, atau saat menghadapi kondisi stres akibat rutinitas yang padat.

Psikolog sosial menilai self-reward pada dasarnya merupakan perilaku wajar. Memberi jeda dan penghargaan kepada diri sendiri dapat membantu meredakan tekanan emosional serta meningkatkan motivasi.


Transaksi pembelian ponsel menjadi salah satu bentuk self-reward-Foto : Habib Magang-

Namun, kebiasaan ini berpotensi bergeser menjadi perilaku konsumtif apabila tidak disertai pengelolaan keuangan yang baik. Dorongan media sosial turut memperkuat tren tersebut melalui konten pamer pencapaian, rekomendasi produk, dan gaya hidup yang terlihat ideal.

Di sisi lain, pelaku usaha mengakui bahwa tren self-reward berdampak pada meningkatnya minat belanja anak muda. Berbagai promo bertema “hadiah untuk diri sendiri” atau “healing tipis-tipis” menjadi strategi pemasaran yang dinilai efektif menarik konsumen usia produktif.

BACA JUGA:Banjir Luapan Rendam Dua Desa di Kemlagi Mojokerto, 50 Rumah Warga dan Puluhan Hektare Sawah Terdampak

BACA JUGA:Sidak Harga Pangan Jelang Ramadan di Mojokerto, Petugas Temukan Beras Dijual di atas HET

Platform digital juga mempermudah proses transaksi, sehingga keputusan belanja bisa dilakukan secara impulsif hanya dalam hitungan menit.

Meski membawa dampak positif bagi roda perekonomian, para pengamat mengingatkan pentingnya literasi finansial di kalangan generasi muda.

Self-reward sebaiknya dilakukan secara proporsional dan terencana agar tidak mengganggu stabilitas keuangan jangka panjang. Selain itu, bentuk penghargaan diri tidak selalu harus diwujudkan dalam materi.


Nongkrong di kafe juga bagaian dari self-reward.-Foto : Habib Magang-

Sumber: