Pentol Warna Warni, Jajanan Unik di Bundaran Pacet Mojokerto

Pentol Warna Warni, Jajanan Unik di Bundaran Pacet Mojokerto

Lapak Pentol Warna Warni di Bundaran Pacet Mojokerto-Foto : Mahdi Alaydrus Magang-

Mojokerto, diswaymojokerto.id - Jika Anda sedang berkunjung ke kawasan wisata Pacet dan mendengar istilah "Pentol Warna-Warni", jangan bayangkan pentol bakso dengan pewarna mencolok seperti merah, kuning, hijau atau biru. 

Berlokasi strategis di depan Kantor Bank BRI dekat Bundaran Pacet, lapak sederhana ini menawarkan "warna-warni" dalam bentuk keberagaman varian rasa yang menggugah selera.

Istilah pentol warna-warni di sini merupakan metafora untuk menggambarkan betapa banyaknya pilihan menu yang disajikan. Bukan warnanya yang menyerupai pelangi, melainkan variasinya yang membuat pembeli kerap bingung menentukan pilihan karena semuanya terlihat sangat menggoda.

Lapak yang berada di pusat keramaian Pacet ini telah menjadi spot wajib bagi para pemburu kuliner yang sedang healing tipis-tipis. Mbak Ana, salah satu pengelola di sana, menjelaskan bahwa konsep varian yang beragam ini sengaja diciptakan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi penikmat jajanan kaki lima.


Penjual pentol warna warni di Bundaran Pacet Mojokerto-Foto : Mahdi Alaydrus Magang-

"Maksudnya warna-warni itu ya macamnya banyak, Mas. Jadi pembeli tidak bosan kalau cuma makan pentol yang itu-itu saja," ujar Mbak Ana sembari  melayani pelanggan.

Pilihannya pun tidak main-main. Bagi pecinta tantangan pedas, tersedia Pentol Lava dan Pentol Mercon yang siap membuat lidah terbakar dan bibir merah merona. Bagi penyuka tekstur kenyal dan unik, Pentol Jamur wajib masuk ke dalam kantong plastik belanjaan. Sementara itu, untuk tim original, tersedia Pentol Gajih yang juicy, Pentol Puyuh, Pentol Tahu, hingga Pentol Polos yang klasik namun tetap gurih.

BACA JUGA:Sopir Truk Diduga Mengantuk, Tabrak Truk Ganti Ban di Tol Jombang-Mojokerto

BACA JUGA:View Cantik, Saat Mengisi BBM di SPBU Pacet Viral di Medsos

Meski menawarkan sensasi rasa premium, harganya tetap sangat ramah di kantong. Untuk varian Pentol Mercon, Lava, dan Jamur, dibanderol hanya Rp2.000 per butir. Sedangkan Pentol Gajih dan Puyuh dihargai Rp1.000, dan Pentol Polos dibanderol sangat murah, hanya Rp500.

Walaupun hanya berjualan dengan gerobak sederhana, perputaran uang di lapak ini cukup menjanjikan. Mbak Ana membocorkan bahwa pada hari Sabtu dan Minggu atau saat musim liburan, omzetnya bisa menembus angka Rp500.000 per hari. Pada hari biasa pun, mereka tetap mampu mengantongi kisaran Rp200.000 hingga Rp300.000. Angka yang tergolong besar untuk skala pedagang pentol kaki lima.


Pentol bakso dengan berbagai varian rasa-Foto : Mahdi Alaydrus Magang-

Kesuksesan Pentol Warna-Warni ini  membuktikan bahwa inovasi menu sangat efektif menarik minat wisatawan di Pacet. Selain pilihannya yang melimpah, sensasi menyantap pentol hangat di tengah udara pegunungan yang sejuk menjadi daya tarik yang sulit ditolak.

Bagi Anda yang sedang penat dengan tugas kuliah atau tumpukan pekerjaan, mampir ke lapak ini bisa menjadi mood booster yang ampuh. Jadi, jangan salah paham lagi dengan namanya, karena Warna-Warni di Pacet adalah tentang petualangan rasa.

Sumber: