Kenali 7 Manfaat Cuka Apel Sebagai Detok Alami Tubuh
Cuka apel, cairan asam dari apel yang mengandung banyak manfaat untuk kesehatan-Foto : Rochman Magang-
Mojokerto, diswaymojokerto.id - Cuka apel, cairan asamA akhir-akhir ini banyak diperbincangkan, karena konon memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Cuka apel adalah cairan hasil fermentasi sari apel yang diubah oleh bakteri dan ragi menjadi asam asetat, menghasilkan rasa asam kuat dengan aroma khas buah.
Dikenal sebagai bahan alami untuk kesehatan, cuka ini kaya antioksidan dan sering digunakan untuk mengontrol gula darah, menurunkan berat badan, serta merawat kulit. Kandungan utama: mengandung asam asetat, probiotik, enzim, serta sedikit kalium dan magnesium.
Manfaat dari cuka apel cukup banyak buat kesehatan tubuh, berikut beberapa manfaat dari cuka apel yang jarang diketahui orang:
1. Menurunkan Berat Badan
Mengkonsumsi cuka apel sangat bagus untuk mempercepat pembakaran lemak berlebih pada tubuh dan menjaga rasa kenyang menjadi lebih lama.
Penelitian pada Bioscience, Biotechnology, and Biochemistry menunjukkan bahwa pengonsumsian cuka apel selama 12 minggu secara rutin, mampu menurunkan berat badan dan menghilangkan lemak pada perut.
BACA JUGA:Pentol Warna Warni, Jajanan Unik di Bundaran Pacet Mojokerto
BACA JUGA:View Cantik, Saat Mengisi BBM di SPBU Pacet Viral di Medsos
Meski begitu, penurunan berat badan tetap harus berjalan dengan menjaga pola makan dan berolahraga.
2. Menjaga kesehatan jantung
Dalam cuka apel terdapat kandungan baik bagi kesehatan pada jantung yaitu kandungan antioksidan dan asam asetat yang mampu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah serta mencegah tekanan darah tinggi.
3. Menangkal efek radikal dari hal-hal diluar
Cuka apel mengandung polifenol, yaitu antioksidan yang dapat menangkal dan memperbaiki kerusakan sel-sel tubuh dari efek paparan radikal bebas pemicu terjadinya berbagai macam penyakit.
Dan juga riset menyebutkan bahwa antioksidan dalam cuka apel dapat menjaga fungsi pada hati serta menghambat tumbuhnya penyakit degeneratif.
Sumber:




