Hujan Deras Akhir Pekan, Ribuan KK di 9 Kecanatan di Jember Terdampak
Hujan deras mengguyur di wilayah Kabupaten Jember juga membuat jembatan nyaris putus. Selain itu, ribuan KK di 9 wilayah kecamatan terdampak-dok BPBD Kab Jember for Disway Mojokerto-
Jember, Diswaymojokerto.id – Hujan deras di akhir pekan menyebabkan ribuan KK di 9 kecamatan di Kabupaten Jemebr terdampak. Kalaksa BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan, pihaknya terus siaga dan melakukan asesmen di titik lokasi terdampak.
Catatan BPBD Kabupaten Jember, banjir melanda wilayah Kabupaten Jember sejak Kamis malam, 12 Februari 2026, hingga Jumat sore, 13 Februari 2026. Hal itu akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam.
‘’Kondisi itu menyebabkan luapan sejumlah sungai besar dan kecil yang mengalir di kawasan perkotaan maupun pedesaan. Kami terus melakukan pemantauan dan turunkan tim ke lapangan.’’ Katanya, Sabtu, 14 Februari 2026.

banjir menggenai rumah warga di beberapa kecamatan. Ribuan KK terdampak akibat hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Jember-dok BPBD Kab Jember for Disway Mojokerto-
Disebutkan, dampak banjir terjadi hampir merata di wilayah tengah, selatan, dan barat Kabupaten Jember. Pihaknya pun langsung menetapkan langkah tanggap darurat guna melindungi keselamatan warga terdampak.
BACA JUGA:Kecelakaan di Mojokerto, Pemotor Asal Jombang Tewas Usai Terlindas Truk Kontainer
BACA JUGA:Kenali 7 Manfaat Cuka Apel Sebagai Detok Alami Tubuh
Berdasarkan data BPBD, banjir berdampak pada 9 kecamatan dan 22 desa/kelurahan, dengan total 7.249 kepala keluarga terdampak. Dari kejadian tersebut, wilayah Kecamatan Rambipuji menjadi wilayah terdampak paling besar, setelah itu Kecamatan Balung, Kecanmatan Wuluhan, Kecamatan Kaliwates, dan Kecamatan Bangsalsari.
Selain merendam ribuan rumah warga, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur berupa 3 jembatan ambruk, 1 masjid roboh, serta sejumlah fasilitas umum dan pendidikan terendam air. Dalam kejadian ini, tercatat satu korban meninggal dunia di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, akibat tersengat aliran listrik saat membersihkan rumah yang terendam banjir.
Secara kronologis, banjir dipicu hujan lebat yang turun sejak pukul 12.00 WIB hingga malam hari. Hujan deras menyebabkan kenaikan debit air di sejumlah sungai, di antaranya Sungai Dinoyo, Sungai Kaliputih, Sungai Kalijompo, dan aliran Sungai Bedadung.

BPBD Kabuoaten Jember dan BPBD Jawa timur mengirimkan bantuan tandon untuk pem=ngiriman air bersih-dok BPBD Kab Jember for Disway Mojokerto-
Pada pukul 18.00 WIB, air mulai meluap ke permukiman warga dan terus meningkat hingga mencapai ketinggian antara 30 sentimeter hingga dua meter. Luapan tersebut menggenangi rumah warga, akses jalan, serta merobohkan jembatan penghubung antarwilayah.
BACA JUGA:Grebeg Apem di Alun-Alun, Masyarakat Jombang Ramai-Ramai Berebut Gunungan Apem
BACA JUGA:Residivis Narkoba di Kota Mojokerto Berhasil Dibekuk, 15 Paket Sabu Diamankan
Edy menyebutkan, pihaknya bersama unsur terkait segera melakukan berbagai upaya penanganan. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD diterjunkan untuk melakukan pemantauan, evakuasi warga, serta pembersihan material banjir di sejumlah titik terdampak.
Selain itu juga mendirikan posko tanggap darurat, mengoperasikan dapur mandiri, serta mendistribusikan bantuan logistik dan air bersih. ‘’Termasuk pengiriman tandon air ke wilayah yang sumurnya tercemar banjir,’’ sahutnya.
Hingga Jumat sore, kondisi banjir di sebagian besar wilayah telah berangsur surut dan seluruh pengungsi dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing. Meski demikian, BPBD Kabupaten Jember tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.
Pemerintah daerah juga merekomendasikan penanganan lanjutan oleh dinas teknis terkait, terutama untuk perbaikan infrastruktur, distribusi logistik tambahan, serta prioritas penanganan di wilayah Rambipuji, Balung, dan Wuluhan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan pascabencana dan meminimalkan risiko kejadian serupa di masa mendatang.
BACA JUGA:Sopir Truk Diduga Mengantuk, Tabrak Truk Ganti Ban di Tol Jombang-Mojokerto
BACA JUGA:Jaga Ketersediaan Bahan Pangan Jelang Ramadan, Pemkot Optimalkan Pracangan TPID dan KKMP
Seentara itu, pihaknya juga menerima laporan terjadinya tanah longsor di berbagai wilayah Kabupaten Jember pada Jumat, 13 Februari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Kejadian ini dipicu oleh intensitas hujan lebat yang mengguyur wilayah Jember sejak siang hingga malam hari.
Berdasarkan laporan yang diterima, tanah longsor dan ambrolnya plengsengan terjadi di beberapa kecamatan, yakni Kaliwates, Patrang, Jelbuk, Rambipuji, dan Panti. Peristiwa tersebut menimbulkan dampak pada infrastruktur, fasilitas umum, serta mengancam keselamatan warga di sekitar lokasi terdampak.
Di Kecamatan Kaliwates, tepatnya di Lingkungan Kaliwates Kidul, Kelurahan Kaliwates, terjadi ambrolnya plengsengan sungai dengan perkiraan panjang 3 meter dan tinggi 6 meter. Selain itu, pagar bagian belakang SDN 01 Kaliwates juga dilaporkan ikut ambrol akibat tergerus aliran air dan kondisi tanah yang labil.
Sementara itu, di Kecamatan Patrang, kejadian longsor terjadi di Lingkungan Wetan Kantor, Kelurahan Jember Lor, berupa ambrolnya plengsengan rumah yang mengancam bangunan warga. Kejadian serupa juga terjadi di Jalan Branjangan, Lingkungan Mojan, Kelurahan Bintoro, di mana tebing rumah ambrol dan berpotensi menyebabkan dua rumah terdampak longsor.
Sumber:




