Kenapa Berat Badan Bertambah Saat Berpuasa ? Ini Dia Penyebabnya
Sebagian orang merasa berat badan bertambah saat puasa-Foto : Iustrasi AI-
Mojokerto, diswaymojokerto.id - Bulan Ramadan identik dengan kewajiban menahan lapar kurang lebih 14 jam selama satu bulan. Banyak orang beranggapan hal ini bisa menjadi solusi untuk menurunkan berat badan, karena berkurangnya porsi makan dan minum.
Sayangnya, realita berkata sebaliknya. Tidak sedikit masyarakat yang mengaku berat badannya malah melonjak saat berpuasa.
Fenomena ini bukan tanpa sebab, selain pola makan yang berubah drastis, para ahli mendapati banyak orang yang gagal memahami anjuran yang berbunyi “berbukalah dengan yang manis manis’’. Alih alih mengonsumsi gula alami secukupnya untuk memulihkan energi, anjuran tersebut justru dianggap sebagai ajakan untuk mengonsumsi segala hal yang memiliki cita rasa manis, mulai dari sirup, kolak, hingga minuman tinggi gula lainnya saat berbuka puasa.
Akibatnya, niat menjalani puasa untuk menyehatkan tubuh kerap berujung sebaliknya, timbangan naik, lingkar perut bertambah, dan pola makan semakin tak terkendali.
Untuk menghindari lonjakan berat badan saat berpuasa, penting bagi kita untuk mengetahui faktor faktor pemicu hal tersebut, mulai dari pola berbuka, jenis makanan yang dikonsumsi, hingga perubahan aktivitas harian.

Berbuka dengan yang manis, membuat gula dalam tubuh melonjak yang menyebabkan kegemukan-Foto : Iustrasi AI-
Berikut faktor faktor penyebab melonjaknya berat badan saat berpuasa.
1.Pola “Balas Dendam” saat berbuka
dr. Erwin Christianto, dokter spesialis gizi, mengatakan bahwa perut lapar dan mulut haus bukan alasan untuk kita makan dan minum apa saja. Sebab, berbuka dengan makanan atau minuman yang salah dapat membawa efek negatif.
Erwin juga mengungkapkan, kebiasaan “balas dendam” saat berbuka dengan mengonsumsi makanan berlebihan dan berminyak dapat memicu berbagai masalah pencernaan, seperti peningkatan asam lambung, kembung, mulas, sakit perut, muntah, dan diare.
2. Salah kaprah memahami anjuran “Berbukalah dengan yang Manis”
Banyak orang beranggapan bahwa setiap perkara yang manis dapat menggantikan posisi kurma saat berbuka puasa, sayangnya anggapan ini salah. Kurma dalam pembahasan ini hanya bisa disamakan dengan buah atau hal yang mengandung karbohidrat kompleks, sedangkan es sirup,kolak,dan lainnya tidak masuk dalam golongan tersebut.
BACA JUGA:Mengenal Raden Koesbini, Putra Mojokerto Pencipta Lagu Bagimu Negeri
BACA JUGA:Ramadan Segera Tiba, Amalan Apa Saja yang Bisa Kita Siapkan?
Sumber:




