PP Amanatul Ummah Jadi Role Model Pengelolaan Pondok Pesantren

PP Amanatul Ummah Jadi Role Model Pengelolaan Pondok Pesantren

Pondok Pesantren dijadikan salah satu role model pesantren karena dinilai memenuhi kriteria pondok pesanten sesuai rekomendasi Silaturahmi Alim Ulama dan Rapet Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN)-dok PP Amanatul Ummah for Disway Mojokerto-

 

Mojokerto, Diswaymojokerto.id – PP Amanatul Ummah dijadikan salah satu role model pengelolaan pndok pesantren di Indonesia. Ha itu disampaikan Sekjen Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) H Mohammad Ghofirin, M.Pd, usai penutupan Silaturahmi Alim Ulama dan Rapat Kerja Nasional Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) dan Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) di Graha Afia PP Amanatul Ummah, Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Minggu 15 Februari 2026.

Dia menyebutkan, dalam silaturahmi alim ulama dan rapat kerja nasional Pergunu dan JKSN menghasilkan beberapa rekomendasi penting, diantaranya mengenai pengelolaan pondok pesantren. ‘’Selain itu, ada rekomendasi yang menyebutkan  pondok pesantren juga harus bisa mendidik atau mencetak kader pemimpin yang adil, sehingga hal itu juga terkait pengelolaan pondok pesantren,’’ katanya.

Disebutkan, rekomendasi itu menyebutkan mengenai transformasi pondok pesantren dari mencetak pejuang pada saat melawan atau menghadapi penjajahan dulu, menjadi mencetak pemimpin yang adil pada saat ini. Untuk bisa menjalankan rekomendasi mencetak pemimpin yang adil itulah, kemudian termasuk adanya kurikulum pondok pesantren yang harus mengikuti perkembangan jaman.


Peserta Silaturahmi Alim Ulama dan Rapat Kerja Nasional Persatuan Guru Nahdlatul Ulama dan Jaringan Kian Santri Nasional usai penutupan kegiatan menyempatkan dialog dengan pengasuh PP Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim dan wakil dari Al Azhar, Mesir-andung - disway mojokerto-

Ghofirin menyebutkan ada 4 pilar yang harus bertranformasi sesuai perkembangan jaman, yakni kiai, santri, sarana dan prasarana, serta kurikulum berbasis digital. Nah, dari rekomendasi transformasi itulah, juga muncul role model bagaimana idealnya sebuah pondok pesantren.

BACA JUGA:Warga Binaan Lapas Mojokerto Ikuti Tes HIV dan Pemeriksaan Kesehatan

BACA JUGA:Pondok Pesantren harus Bertransformasi 4 Pilar, Pengajar, Santri, Sarana Prasarana, dan Kurikulum

‘’Ya yang harus bisa memenuhi kriteria 4 pilar itu tadi, mulai dari kiai yang transformative, santri yang inovatif, sarana dan prasana yang representative, dan kurikulum yang adaptif, berbasis digital, yang bisa mengikuti perkembangan jaman,’’ sahutnya.

Dengan 4 kriteria itulah pihaknya melihat salah satu pondok pesantren yang bisa dijadikan role model adalah pondok Amanatul Ummah. ‘’Kami melihat Pondok Pesantren Amanatul Ummah sudah memiliki dan menerapkan model yang direkomendasikan dalam silaturahmi alim ulama dan rapat kerja JKSN,’’ tuturnya.

Yang lebih membuat istimewa PP Amanatul Ummah adalah memiiki jaringan yang kuat tingkat Pendidikan selanjutnya. ‘’Selain memiliki perguruan tinggi, Amanatul Ummah juga memiiki link atau jaringan langsung dengan Universitas Al Azhar di Mesir. Sehingga banyak santri pondok pesantren ini yang bisa melanjutkan Pendidikan ke AL Azhar di Mesir,’’ paparnya.


Kompleks Pondok Pesantren Amanatul Ummah-dok PP Amanatul Ummah for Disway Mojokerto-

Ghofirin juga menyebutkan itulah pentingnya kiai dan santri berjejaring sehingga dalam JKSN juga banyak yang bisa dikomunikasikan di antara para santri dan kiai. ‘’Banyak informasi dan perkembangan yang bisa diikuti dan dikomunikasikan kemudian ditindak lanjuti dengan berbagai kegiatan. Banyak inisiatif-inisiatif yang juga muncul ketika kita berjejairng,’’ paparnya.

BACA JUGA:Kenapa Berat Badan Bertambah Saat Berpuasa ? Ini Dia Penyebabnya

BACA JUGA:Inilah 7 Puncak Gunung yang Wajib Dikunjungi Saat Lakukan Pendakian di Mojokerto

Hal itu juga dirasakan oleh salah satu peserta kegiatan dari Kalimantan Tengah yang menyebutkan tentang keinginannya mengirim anaknya sekolah ke Al Azhar. Dia mendengar nama Pondok Pesantren Amanatul Ummah dan langsung ke Surabaya.

‘’Alhamdulillah saya bisa ketemu langsung dg KH Asep Saifuddin Chalim yang kemudian memfasilitasi anak saya sekolah di pondok beliau di Surabaya. Alhamdulillah anak saya kemudian bisa benar-benar bisa melanjutkan pendidikan di Al Azhar, Mesir. Alhamdulillah, saya juga menyampaikan banyak terima kasih kepada KH Asep Saifuddin,’’ katanya sembari menyebutkan sudah merasakan pentingnya jejaring diantara kiai dan santri.

Kedekatan Pondok Pesantren Amanatul Ummah dengan Kampus Azhar, Mesir, juga terlihat dari kehadiran salah satu wakil dari Al Azhar, Mesir dalam acara penutupan Silaturahmi  Alim Ulama dan Rapat Kerja Nasional Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) dan Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN). Bahkan wakil Al Azhar juga sempat memimpin doa dalam acara tersebut dan berbincang dengan sebagian wakil peserta Bersama Pengasuh PP Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim.

Sumber: