Kafe Literasi Terus Bermunculan, Bak Jamur di Musim Penghujan
Suasana kafe Literasi Space di Trawas Mojokerto-Foto : Afthon Magang-
Mojokerto, diswaymojokerto.id - Tren kafe dengan konsep literasi mulai bermunculan di sejumlah daerah. Tidak hanya di kota-kota besar, konsep perpaduan ruang baca dan tempat nongkrong kini juga hadir di kawasan wisata seperti Trawas.
Salah satunya adalah Literasi Space, sebuah kafe yang memadukan konsep perpustakaan dan kafe (library & cafe). Disini, pengunjung tidak hanya menikmati minuman dan makanan ringan, tetapi juga dapat membaca berbagai koleksi buku yang tersedia secara bebas selama berada di lokasi.
Berbeda dengan kebanyakan kafe yang mengandalkan spot foto, dekorasi estetik, dan hiburan musik, Literasi Space justru menjadikan rak buku sebagai daya tarik utama. Rak-rak tersebut tersusun rapi memenuhi sudut ruangan. Koleksi bacaan yang tersedia cukup beragam, mulai dari novel, buku sosial dan politik, pengembangan diri, hingga komik dan majalah populer.

Tempat pembayaran makanan dan minuman yang telah dipesan-Foto : Afthon Magang-
Interior ruangan didominasi warna hijau dengan pencahayaan hangat yang menciptakan suasana tenang. Sejumlah pengunjung terlihat duduk lesehan sambil membuka buku, sementara lainnya mengerjakan tugas menggunakan laptop. Suasana relatif hening tanpa dentuman musik keras, membuat tempat ini terasa kondusif untuk membaca maupun berdiskusi ringan.
Sejumlah pengunjung menilai konsep tersebut memberi pengalaman berbeda dibanding tempat nongkrong pada umumnya. Pita (23), mahasiswi asal Mojokerto, mengaku sengaja datang karena tertarik dengan konsep literasi yang diusung.
“Biasanya nongkrong ya cuma ngobrol atau main HP. Di sini bisa sekalian baca buku. Jadi rasanya lebih produktif,” ujarnya, Senin 16 Februari 2026
BACA JUGA:PP Amanatul Ummah Jadi Role Model Pengelolaan Pondok Pesantren
BACA JUGA:Pecah Ban Belakang, Pikap Muatan Durian Terguling di Tol Mojokerto Surabaya
Hal serupa disampaikan Dimas (21). Menurutnya, keberadaan buku-buku yang mudah dijangkau membuat pengunjung terdorong untuk membaca, meski awalnya hanya berniat bersantai.
“Jarang ada kafe yang menyediakan buku sebanyak ini, apalagi di kawasan wisata. Ini jadi alternatif kalau ingin suasana lebih santai dan fokus,” katanya.
Fenomena kafe literasi sendiri dinilai mulai berkembang seiring meningkatnya minat anak muda terhadap ruang-ruang kreatif dan edukatif. Tempat nongkrong tidak lagi hanya berfungsi sebagai ruang hiburan, tetapi juga menjadi wadah belajar, berdiskusi, hingga bertukar ide.

Makanan dan minuman yang dijual di kafe literasi-Foto : Afthon Magang-
Di kawasan Trawas yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata alam dan vila keluarga, kehadiran Literasi Space menghadirkan warna baru. Selain menikmati udara sejuk dan panorama pegunungan, pengunjung kini memiliki pilihan ruang yang menawarkan pengalaman berbeda,menikmati kopi sambil membaca buku.
Sumber:




