Kenalkan Resiko Bencana pada Siswa, BPBD Jombang Bina KKRI dan SPAB
Kenalkan Riosiko bencana pada Siswa BPBD Jombang Lakukan Pembinaan KKRI dan SPAB-dok BPBD Kabupaten Jombang for Disway Mojokerto. -
Jombang, Diswaymojokerto.id – BPBD Kabupaten Jombang aktif melakukan pembinaan generasi tangguh menghadapi berbagai potensi bencana. Karena itu BPBD Kabupaten Jombang secara rutin memberikan sosialisasi dan pembinaan ke sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Jombang.
Kepala BPBD Kabupaten Jombang Wiko F Diaz, mengatakan, upaya membangun generasi muda Tangguh yang siap menghadapi potensi bencana diberi nama Pembinaan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI). ‘’Kami melaksanakan pembinaan ke sekolah-sekolah untuk membina adik-adik agar responsif dan tanggap menghadapi potensi bencana,’’ katanya, Senin, 16 Februari 2026.
Pembinaan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) terakhir dilaksanakan di SMK Dwija Bakti 2, Jumat, 13 februari 2026. ‘’Ini juga merupakan salaah satu bagian komitmen kami memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya di lingkungan pelajar,’’ tambahnya.

Tim BPBD Kabupaten Jombang memberikan materi kebencanaan kepada siswa SMK Dwija Bakti 2 dalam pembinaan KKRI-dok BPBD Kabupaten Jombang for Disway Mojokerto. -
Dia mengatakan, remaja sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran penting dalam membangun budaya sadar bencana. Karena itu, tambahnya, pembinaan sejak dini merupakan langkah strategis menanamkan nilai-nilai kepedulian, kedisiplinan, serta kemampuan dasar dalam menghadapi situasi darurat.
BACA JUGA:Ketua Umum Pergunu dan JKSN : Pondok Pesantren harus Bertransformasi Mencetak Pemimpin yang Adil
BACA JUGA:Kafe Literasi Terus Bermunculan, Bak Jamur di Musim Penghujan
Pembinaan KKRI di SMK Dwija Bakti 2 mendapat respon positif dari para siswa yang aktif bertanya mengenai berbagai bencana dan kemungkinan yang bisa terjadi dan cara mengantisipasinya. Tim BPBD Kabupaten Jombang memberikan materi yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan bencana, pemahaman dasar penanganan kondisi darurat.
Selain itu mereka juga memberikan materi mengenai peran generasi muda dalam mendukung upaya mitigasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Selain penyampaian materi, tim juga memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya komunikasi, koordinasi, dan respon cepat saat terjadi situasi kedaruratan.
Kegiatan lain yang dilakukan BPBD Kabupaten Jombang adalah kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMKN Mojoagung di Desa Miagan, Mojoagung, Jombang, pada Kamis 12 Februari 2026. SPAB di SMKN Mojoagung juga dilakukan praktik lapangan dan simulasi bencana. Selain itu para siswa juga diberi penguatan materi dan pemahaman konseptual.
‘’Praktik lapangan sebagai sarana untuk mengimplementasikan materi yang diberikan sebelumnya. Jadi pada SPAB tidak hanya diberikan materi tapi juga ada praktik penanggulangan kebencanaan,;; sahutnya.
BACA JUGA:Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Truk Kontainer di Kutorejo Mojokerto
BACA JUGA:Warga Binaan Lapas Mojokerto Ikuti Tes HIV dan Pemeriksaan Kesehatan
Pembentukan SPAB di SMKN Mojoagung diawali dengan sosialisasi yang melibatkan BPBD Kabupaten Jombang, BPBD Provinsi Jawa Timur, DPRD Komisi A Jawa Timur, SRPB Jawa Timur. Pada kesampatan itu ada penyampaian materi SPAB, pembekalan pertolongan pertama, pengenalan MOSIPENA, serta penyusunan kajian risiko bencana di lingkungan sekolah.
Tahapan ini menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran risiko serta sistem kesiapsiagaan Tahap berikutnya kegiatan difokuskan pada sosialisasi dan simulasi bencana gempa bumi serta kebakaran.
Pada sosialisasi mengenai gempa bumi, diberikan materi mengenai pemahaman penyebab gempa, potensi dampak, serta langkah penyelamatan diri yang benar. Setelah itu, dilakukan persiapan skenario simulasi yang menggambarkan kondisi darurat nyata di lingkungan sekolah.
Selanjutnya, peserta menerima sosialisasi mengenai bahaya kebakaran serta langkah pencegahan dan penanganan awal. Dalam sesi praktik, siswa berkesempatan mencoba simulasi pemadaman api, baik menggunakan metode tradisional maupun alat pemadam api ringan (APAR).
Sumber:




