Ribuan Botol Miras Dimusnahkan, Bupati dan Kapolres Wujudkan Jombang Zero Miras
Bupati Jombang, Warsubi, melemparkan botol miras ke roda road roller sebagai tanda dimulainya pemusnahan ribuan botol miras untuk mewujudkan Jombang Zero Miras-dok kominfo Kabupaten Jombang for Disway Mojokerto-
Jombang, Diswaymojokerto.id – Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si., bersama jajaran Forkopimda dan Polres Jombang melakukan pemusnahan ribuan botol minuman keras (miras) di Lapangan Polres Jombang, Rabu, 18 Februari 2026. Ribuan botol minuman keras yang dimusnahkan tersebut merupakan barang bukti hasil operasi cipta kondisi menjelang bulan suci Ramadan.
Selama ini Polres Jombang melakukan operasi cipta kondisi untuk memastikan situasi Kamtibmas di wilayah Kabupaten Jombang tetap kondusif, aman, dan nyaman menjelang bulan suci Ramadan 1447 H. Acara pemusnahan ribuan botol miras oleh Bupati Jombang tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Jombang, Hadi Atmaji, S.Ag, jajaran Forkopimda Jombang, para tokoh agama termasuk KH. Nur Hadi (Mbah Bolong), dan tokoh Masyarakat.
Pada kesempatan itu, Bupati Warsubi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polres Jombang atas konsistensi mereka memberantas peredaran miras. Warsubi juga menuturkan, miras merupakan akar berbagai tindak kriminalitas yang mengganggu ketertiban masyarakat.

Ribuan borol miras dimusnahkan di halaman Polres Jombang. -dok kominfo Kabupaten Jombang for Disway Mojokerto-
Disebutkan, pemusnahan miras di halaman POlres Jombang sebagai bentuk komitmen nyata dalam melindungi masyarakat dari dampak negatif miras. Pihaknya berharap dengan langkah ini tidak ada lagi masyarakat yang terjerumus.
BACA JUGA:Laka Beruntun Libatkan Tiga Truk dan Motor di Mojokerto, Diduga Sopir Mengantuk
BACA JUGA:Balap Liar Kembali Marak di Mojokerto saat Ramadan, Lokasi Dekat Gudang Ketahanan Pangan
’’Kita ingin mewujudkan Jombang yang 'Zero Miras', juga narkoba harus dikikis habis agar ibadah di bulan suci Ramadan dapat dijalankan dengan khusyu’ dan tenang. Jangan sampai ibadah di bulan suci Ramadan Jombang tercoreng dan ternodai tindakan yang tidak terpuji," tuturnya.
Pada pemusnahan raibuan botol miras tersbeut, Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR., melaporkan, sepanjang tahun 2025 pihaknya telah menyita sebanyak 31.069 botol miras. Sedangkan untuk periode Januari hingga Februari 2026, tercatat sebanyak 2.739 botol telah diproses.
Mengenai barang bukti miras yang dimusnahkan tersebut, Ardi Kurniawan menyebutkan berjumlah 7.310 botol miras dan 14 jerigen berisi tuak. ‘’Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, angka penyitaan menunjukkan penurunan.’’ paparnya.

Bupati Jombang, Warsubi, dan Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR., menyaksikan pemusnahan ribuan botol miras-dok kominfo Kabupaten Jombang for Disway Mojokerto-
Dia menyebutkan, penurunan tersebut merupakan sinyal positif bahwa peredaran miras di Jombang mulai berkurang. Meskipun demikian, pihaknya tidak akan lengah dan tetap berkomitmen Jombang Zero Miras.
BACA JUGA:Hati-Hati Udara Berkabut. Mojokerto Diprediksi Hujan Merata, Malam Hari Hujan Disertai Petir
BACA JUGA:Kafe Bersaudara Mojokerto Titik Balik Kejayaan Kuliner Lokal Lewat Racikan Warisan
‘’Karena miras adalah sumber dari segala keburukan dan kejahatan. Sehingga miras jga harus benar-benar dikikis habis dari tlatah bumi Jombang. Begitu juga penyebab keriminalitas yang lain seperti narkoba, harus dikikis habis,’’ tegasnya.
Pemushanan ribuan botol miras tersebut ditandai penandatanganan berita acara pemusnahan barang bukti miras oleh Forkopimda dan dilanjutkan dengan doa bersama dipimpin KH. Nur Hadi (Mbah Bolong). Kemudian pemusnahan dilakukan secara simbolis didahului oleh Kapolres Jombang, Bupati, bersama jajaran Forkopimda juga tokoh agama dengan melemparkan botol miras ke bagian moncong depan alat berat penggilas, sebelum akhirnya seluruh barang bukti digilas menggunakan Road Roller.
Dengan kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jombang dan Polres Jombang mengajak seluruh komponen masyarakat, terutama para tokoh agama dan pemuda, untuk terus bersinergi memberikan edukasi mengenai bahaya miras. ‘’Ini semua demi mewujudkan Jombang yang aman, maju, dan sejahtera,’’ sahut Warsubi.
Sumber:




