Gerombolan Gangster Serang Remaja Patrol Sahur di Mojokerto, Motor Sampai Dirusak

Gerombolan Gangster Serang Remaja Patrol Sahur di Mojokerto, Motor Sampai Dirusak

Rekaman CCTV diduga gangster menyerang remaja saat patrol. -Foto : Fio Atmaja-

Mojokerto, Diswaymojokerto.id Gerombolan diduga gangster menyerang sekelompok remaja yang sedang melakukan patroli membangunkan warga untuk sahur di Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, pada Kamis, 19 Februari 2026 dini hari. 

Aksi brutal tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) Masjid Al Azhar dan viral di media sosial. Tidak ada korban luka dalam insiden ini, namun sepeda motor yang digunakan korban dirusak.

Takmir Masjid Al Azhar, Wiyan, menuturkan peristiwa terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu anak-anak sedang melakukan patrol keliling (keretuk) untuk membangunkan warga sahur menggunakan sepeda dan motor. 

BACA JUGA:Bukber di Bulan Ramadan antara Berkah atau Menjadi Dosa Terselubung?

BACA JUGA:Penggunaan Inhaler Saat Puasa, Apakah Membatalkan? Ini Penjelasannya.

"Pas di samping masjid, tiba-tiba ada sekelompok anak-anak muda, itu mungkin yang dikatakan gangster, bawa parang, bawa clurit," katanya, Minggu, 22 Februari 2026. 

Menurutnya, gerombolan berjumlah sekitar 15-20 orang datang mengendarai motor secara berboncengan dari arah timur. Mereka sempat berputar arah lalu berhenti di depan gang samping masjid. Sekitar empat orang turun dan mengejar remaja yang sedang patrol. "Anak-anak itu ketakutan lari, sepeda dan motornya ditinggal," ungkapnya.

Setelah para remaja menyelamatkan diri, gerombolan tersebut merusak kendaraan yang ditinggalkan. "Dirusak lampunya, tangkinya. Sampai tadi pagi (kemarin, red) saya lihat bekas motor roboh dan bensin meleler," tambahnya. 

BACA JUGA:Kauje Korda Mojokerto Hadir untuk Sesama, Baksos Ramadan ke Griya Welas Asih

BACA JUGA:Kok Bisa Beroperasi? Dapur SPPG di Gedeg Mojokerto Berdekatan dengan Kandang Ayam

Beruntung tidak ada warga yang dianiaya dalam insiden ini. "Insya Allah tidak ada (korban luka), karena tidak ada laporan. Anak-anak hanya lari menyelamatkan diri," pungkasnya.

 

 

Sumber: