Warga Berburu Takjil, Jalan Suromulang Surodinawan Mojokerto Macet Total

Warga Berburu Takjil, Jalan Suromulang Surodinawan Mojokerto Macet Total

Jalan Suromulang Surodinawan Mojokerto macet karena warga berburu takjil di sekitar jalan tersebut.-Foto : Habib Magang-

Mojokerto, diswaymojokerto.id - Jalan Suromulang, Kelurahan Surodinawan, Kota Mojokerto, macet total pada Minggu, 22 Februari  sore. Ratusan warga tumpah ruah ke tepi jalan untuk berburu takjil jelang waktu berbuka puasa. Antrean kendaraan mengular di sepanjang ruas jalan, didominasi sepeda motor yang berhenti di sisi kanan dan kiri jalan.

Kemacetan terjadi sekitar pukul 16.30 hingga menjelang magrib. Kepadatan dipicu banyaknya pedagang musiman yang membuka lapak di bahu jalan. Mulai dari penjual gorengan, nasi bebek, tahu petis, es buah, hingga aneka minuman segar diserbu pembeli.

Pantauan di lokasi, kendaraan nyaris tidak bergerak. Beberapa pengendara bahkan memilih mematikan mesin karena arus lalu lintas tersendat. Kondisi diperparah dengan minimnya ruang parkir. Pembeli memarkir motor sembarangan, sehingga badan jalan menyempit drastis dan memicu antrean panjang.


Tidak adanya lahan parkir semakin memperparah kemacetan.-Foto : Habib Magang-

“Setiap hari memang ramai, tapi kalau Ramadan seperti ini lebih parah. Bisa sampai macet total,” ujar Samsul Huda, warga sekitar yang ditemui di lokasi.

Menurutnya, lonjakan pembeli biasanya terjadi saat akhir pekan. Banyak warga dari luar Surodinawan datang khusus untuk membeli takjil favorit mereka.

Hal senada disampaikan Hidayat, salah satu pembeli. Ia mengaku rela terjebak macet demi mendapatkan menu berbuka yang diinginkan keluarganya di rumah.  “Memang macet, tapi pilihannya banyak. Anak-anak juga senang kalau bisa pilih sendiri,” katanya.

BACA JUGA:Gerombolan Gangster Serang Remaja Patrol Sahur di Mojokerto, Motor Sampai Dirusak

BACA JUGA:Modal 50.000 Bisa Healing? Cek 5 Destinasi Wisata Murah di Pacet dengan View Mewah Pegunungan

Tak hanya warga setempat, pembeli juga datang dari wilayah lain di luar Kota Mojokerto. Banyak keluarga terlihat membonceng anak-anak untuk memilih menu berbuka favorit. Suasana semakin padat karena sebagian pembeli berhenti cukup lama untuk antre.

Di sisi lain, para pedagang justru meraup berkah Ramadan. Seorang penjual nasi bebek mengaku dagangannya ludes sebelum azan magrib. Ia menyebut omzet hari Minggu bisa meningkat hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.


Warga berburu minuman dan makanan sebagai takjil setiap sore di lokasi Suromulang Surodinawan Mojokerto-Foto : Habib Magang-

Kemacetan di Jalan Suromulang ini hampir menjadi pemandangan rutin setiap Ramadan, terutama saat akhir pekan. Warga berharap ada penataan parkir dan lapak agar kondisi tetap tertib tanpa mengurangi semarak berburu takjil.

Fenomena ini menunjukkan geliat ekonomi musiman Ramadan yang memberi dampak positif bagi pedagang kecil, meski konsekuensinya kemacetan sulit dihindari setiap sore.

Sumber: