Simposium Pelajar Harlah ke-72 IPNU dan ke-71 IPPNU, Tegaskan Peran Pelajar NU sebagai Kompas Peradaban

Simposium Pelajar Harlah ke-72 IPNU dan ke-71 IPPNU, Tegaskan Peran Pelajar NU sebagai Kompas Peradaban

Simposium pelajar NU dalam rangka harlah IPNU dan IPPNU-Foto : Afthon Magang-

Mojokerto, diswaymojokerto.id -  Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Mojokerto menggelar Simposium Pelajar dalam rangka Pembukaan Rangkaian Harlah ke-72 IPNU dan ke-71 Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hall Nine PCNU Kabupaten Mojokerto, Senin 23 Februari 2026 dan dihadiri oleh seluruh anggota IPNU-IPPNU se-Mojokerto dari perwakilan masing-masing Pimpinan Anak Cabang (PAC).

Simposium ini mengangkat tema peran pelajar Nahdlatul Ulama dalam mewujudkan kebermanfaatan bagi masyarakat. Ratusan kader memadati ruangan dengan penuh semangat, menjadikan forum ini bukan sekadar pembukaan seremonial, tetapi ruang refleksi dan gagasan.

Ketua pelaksana kegiatan, Satria Dava Hari Wijaya, dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum harlah harus dimaknai sebagai ajang evaluasi dan penguatan arah gerak organisasi.


Sesi diskusi, peserta menyimak materi dengan khidmat-Foto : Afthon Magang-

“Harlah ini bukan hanya tentang angka 72 dan 71. Ini tentang bagaimana kita, sebagai pelajar NU, mampu menjawab tantangan zaman dan benar-benar hadir memberi manfaat di tengah masyarakat,” ujar Satria Dava. 

Ia menambahkan bahwa IPNU dan IPPNU harus menjadi ruang tumbuh bagi pelajar, baik dalam aspek intelektual maupun sosial.

BACA JUGA:Sekolah Katolik, Muridnya Mayoritas Muslim? Kenalan Yuk! dengan SMP Santo Yusup Pacet Mojokerto.

BACA JUGA:Tembok Penahan Tanah Ambrol di Pacet Mojokerto Akibat Hujan Deras, Material Longsor Tutupi Sungai

“Kita ingin kader-kader IPNU dan IPPNU tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga punya gagasan, kepedulian, dan keberanian untuk berkontribusi di lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Dalam sesi utama simposium, Majelis Alumni turut ambil bagian melalui kehadiran M. Shofiyuddin sebagai pemateri. Ia membawakan materi bertajuk IPNU & IPPNU sebagai Kompas Peradaban. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa pelajar NU memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi penunjuk arah di tengah arus perubahan zaman.


M Shofiyuddin (majelis alumni) saat menyampaikan materi-Foto : Afthon Magang-

“IPNU dan IPPNU hari ini harus menjadi kompas peradaban. Jika kompasnya benar, maka arah geraknya juga benar. Tapi jika kehilangan nilai, maka organisasi hanya akan menjadi formalitas,” tegas M. Shofiyuddin di hadapan peserta.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah serta tradisi intelektual yang telah diwariskan oleh para ulama NU.

Sumber: