Pekan Pertama Ramadan, Harga Bahan Pokok Makanan Merambat Naik, Cabai Masih Melejit

Pekan Pertama Ramadan, Harga Bahan Pokok Makanan Merambat Naik, Cabai Masih Melejit

Pasar Tanjung Mojokerto-Foto : Mahdi Alaydrus Magang-

Mojokerto, diswaymojokerto.id – Pekan pertama Ramadan, tren kenaikan harga sejumlah komoditas bahan pokok di pasar-pasar tradisional Mojokerto mulai merangkak naik. 

Berdasarkan pantauan di lapangan, 24 Februari 2026, sepekan  puasa, harga beberapa kebutuhan dapur seperti cabai rawit, telur ayam, hingga daging ayam dan daging sapi mulai merangkak naik secara signifikan.

Kenaikan yang paling mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah. Jika sebelumnya harga bertahan di angka Rp40.000 per kilogram, kini harganya sudah mulai pedas menembus Rp85.000 setelah sebelumnya mencapai Rp 125.000 per kilogram. Kenaikan drastis lebih dari 50% ini tentu saja membuat para pembeli, terutama ibu rumah tangga, mengeluh.

Hal serupa terjadi pada telur ayam ras. Dari harga normal sekitar Rp26.000, kini merangkak naik ke angka Rp30.000 hingga Rp32.000 per kilogram. Kenaikan ini dipicu oleh tingginya permintaan untuk kebutuhan selama Ramadan.


Harga daging ayam mengalami kenaikan, saat ini per kilo mencapai Rp 38 ribu, biasanya berkisar Rp 30 ribu per kilogram-Foto : Mahdi Alaydrus Magang-

Sementara itu, daging ayam potong yang semula Rp32.000 kini sudah menyentuh Rp36.000 hingga Rp38.000 per kilogram.

Kondisi ini praktis membuat para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner harus memutar otak lebih keras. Strategi belanja pun mulai berubah; banyak warga yang kini memilih untuk membeli bahan pokok dalam jumlah eceran atau mengurangi porsi belanja harian. 

BACA JUGA:Diduga Pengemudi Mengantuk, Avanza Tabrak Tiang di Rest Area Tol Jombang Mojokerto

BACA JUGA:Atasi Kawasan Kumuh, Gubernur Khofifah Resmikan Program Permata Jatim di Mojokerto

Para pedagang pasar pun mengakui bahwa kenaikan harga dari tingkat pengepul membuat mereka terpaksa menyesuaikan harga jual agar tidak merugi, meskipun risikonya adalah penurunan volume penjualan.

Selain faktor konsumsi masyarakat yang melonjak, kendala distribusi juga sering disebut sebagai pemicu ketidakstabilan harga. Warga sangat berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah nyata seperti menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) di titik-titik strategis.


Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit di Mojokerto Tembus Rp 120 Ribu per Kg, Satgas Pangan Sidak di Pasar Mojosari -Foto : istimewa-

Hal ini penting untuk memastikan stok pangan tetap aman dan mencegah spekulan nakal yang mencoba mencari keuntungan pribadi di tengah kesulitan warga.

Meski harga bahan pokok mulai meroket, antusiasme warga untuk beribadahstabilitas  di bulan suci tidak luntur. Pasar-pasar tradisional tetap dipadati pembeli yang ingin menyiapkan stok makanan untuk berbuka dan sahur.

Sumber: