Memasuki Hari Ke-7 Ramadan: Antara Menjaga Ritme Ibadah dan Fenomena 'War Takjil'
Berburu takjil menjelang waktu berbuka tampak di beberapa sudut Kota Mojokerto-Foto : Mahdi Alaydrus Magang-
Mojokerto, diswaymojokerto.id - Memasuki hari ke-7 di bulan suci Ramadan, euforia masyarakat mulai bergeser dari sekadar adaptasi fisik menuju pemantapan ritme ibadah dan aktivitas harian. Setelah melewati fase transisi di lima hari pertama, kini masyarakat mulai dihadapkan pada tantangan menjaga konsistensi, baik dalam hal kesehatan maupun manajemen waktu antara pekerjaan dan ibadah.
Di berbagai pusat keramaian, fenomena yang paling menonjol pada hari ke-7 ini adalah kian masifnya perburuan takjil atau yang populer dengan istilah "war takjil".
Menariknya, aktivitas berburu menu buka puasa ini tidak lagi hanya didominasi oleh umat Muslim, tetapi telah menjadi fenomena sosial lintas kalangan yang mempererat kebersamaan.
Sore hari di titik-titik strategis kota tetap dipadati warga yang rela mengantre demi mendapatkan kudapan favorit, mulai dari gorengan legendaris hingga minuman segar kekinian.

Menjaga ritme ibadah tetap terjaga di hari ke 7 Ramadan-Foto : Mahdi Alaydrus Magang-
Namun, di sisi lain memasuki hampir sepekan puasa, tantangan kesehatan mulai dirasakan oleh sebagian masyarakat. Penurunan stamina akibat perubahan pola tidur dan makan seringkali mulai muncul di fase ini.
Para ahli kesehatan pun mulai gencar mengingatkan pentingnya menjaga asupan nutrisi saat sahur dan tidak "balas dendam" saat berbuka. Konsumsi air putih yang cukup dan pengurangan makanan berminyak menjadi tips yang paling banyak dicari masyarakat di mesin pencarian guna memastikan kondisi fisik tetap prima hingga akhir bulan nanti.
BACA JUGA:Dorong Mahasiswa Melek Finansial, Unej–BTN Apresiasi Pemenang Bale Race University 2025
BACA JUGA:Cegah Curanmor Selama Ramadan, Sejumlah Tempat Keramaian di Pacet Mojokerto Dipasang Banner Imbauan
Sementara itu, dari sektor ekonomi, harga beberapa kebutuhan pokok terpantau masih bertahan di angka yang cukup tinggi meski operasi pasar terus dilakukan.

Balas dendam konsumsi banyak makanan saat waktu berbuka tiba-Foto : Mahdi Alaydrus Magang-
Harga daging sapi dan ayam yang sempat melonjak di awal Ramadan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan yang signifikan. Kondisi ini mulai memicu perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini lebih selektif dalam mengatur menu berbuka guna menjaga stabilitas dapur hingga menjelang Lebaran nanti.
BACA JUGA:Ikhtiar Kesehatan Bekam Tak Sekadar Sunnah, Namun Punya Dampak Fisiologis bagi Tubuh
BACA JUGA:Membuka 2026, FKG Universitas Jember Lahirkan 58 Dokter Gigi Baru.
Sumber:




