Unik! Rantangan Ning Ita, Cara Wali Kota Mojokerto Buka Puasa Bersama Warga
Unik! Rantangan Ita. Wali Kota Mojokerto tanpa canggung membawa sendiri rantang dan krupuk untuk buka puasa bersama warga. -Dok Kominfo Kota Mojokerto for Disway Mojokerto-
Mojokerto, Diswaymojokerto.id – Unik! Ini cara Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyapa masyarakat Kota Mojokerto di Bulan Ramadan. Rantangam Ning Ita, Wali Kota membawa rantang berisi lauk pauk untuk buka puasa bersama warga Kota Mojokerto.
Cara khas Ning Ita ini otomatis membuat wali kota perempuan pertama di Mojokerto itu semakin dekat dengan warganya, khususnya di Bulan Ramadan. Tanpa canggung, dia menenteng sendiri rantang, bahkan sambal membawa krupuk yang dibawa dalam kanong plastik besar menuju lokasi buka puasa bersama di rumah warga.
Seperti gterlihat saat buka puasa Minggu, 1 Maret 2026 sore, Ning Ita hadir berkunjung ke beberapa titik rumah warga secara bergantian. Sehingga kesempatan silaturahmi dan kebersamaan dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.

Tanpa canggung Wali Kota Mojokerto, Ning Ita, ikut membagi menu masakan untuk buka puasa bersama warga -Dok Kominfo Kota Mojokerto for Disway Mojokerto-
Hadir bersama suami, Ning Ita mendatangi rumah dengan membawa hidangan berbuka yang dikemas dalam rantang berisi lauk pauk. Menu sederhana seperti sayur, lauk pendamping, sambal, dan nasi tersusun rapi dalam rantang wadah bertingkat tersebut.
BACA JUGA:Ruas Jalan Randegan Mojokerto Dipadati Pemburu Kuliner Jelang Berbuka
BACA JUGA:Sopir Diduga Mengantuk, Truk Tangki Solar Jatuh ke Sungai di Tol Jombang-Mojokerto
Rantang itu menjadi simbol kebersamaan dan kesederhanaan dalam berbagi. Setibanya di lokasi, Ning Ita menyapa tuan rumah dan keluarga dengan hangat. Ia kemudian duduk bersama warga beralaskan tikar, berbincang santai sambil menunggu azan magrib.
Percakapan yang terjalin membahas keseharian warga, usaha kecil yang dijalani, hingga kondisi lingkungan sekitar. Jagongan itu terlihat gayeng karena Ning Ita duduk berbaur tanpa batas Bersama masyakarat.
Menurut Ning Ita, kebersamaan seperti ini menjadi bagian penting dalam menjaga kedekatan antara pemimpin dan masyarakat. ‘’aya ingin tetap dekat dengan warga. Datang langsung ke rumah, duduk bersama, dan berbuka bersama seperti ini membuat silaturahmi terasa lebih erat,’’ katanya.

Buka puasa bersama di rumah warga, salah satu kedekatan Ning Ita bersama warga-Dok Kominfo Kota Mojokerto for Disway Mojokerto-
Ia menegaskan, inti kegiatan tersebut bukan pada kemewahan hidangan atau makanan yang disajikan, namun kebersamaan dan kerukunan dengan masyarakat. “Yang terpenting bukan soal menunya, tapi kebersamaan dan niat untuk saling berbagi,’’ sahutnya.
BACA JUGA:Serapan Pengadaan Beras Bulog Jatim Tembus 200 ribu ton pada Februari 2026
BACA JUGA:Jombang data Penghargaan Tata Kelola Sampah, Salah Satu Terbaik di Indonesia
Dia menyebutkan, dengan rantang sederhana ini, pihaknya bisa merasakan bahwa kebahagiaan itu hadir ketika kita bersama. ‘’Bisa guyon langsung dengan warga, tanpa batas, tanpa sekat, ini tujuan utamanya,’’ jelasnya.
Menjelang waktu berbuka, doa dipanjatkan bersama sebelum menikmati hidangan yang telah disiapkan. Suasana berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan. Melalui momen sederhana tersebut, Ning Ita kembali menunjukkan kedekatannya dengan warga Kota Mojokerto, hadir langsung dan berbagi di tengah suasana Ramadan.
Ning Ita berharap kerukunan Bersama warga tidak hanya dirasakan dalam Bulan Ramadan, tapi di luar Ramdan juga harus terus terjalin kerukunan dan kebersamaan dengan warga. Sehingga pihaknya bisa langsung merasakan keberadaan di tengah-tengah warga.
Sumber:

