Musim Penghujan Picu Peningkatan Flu, Pilek dan Batuk Saat Puasa Ramadan

Musim Penghujan Picu Peningkatan Flu, Pilek dan Batuk Saat Puasa Ramadan

Curah hujan yang tinggi picu wabah flu, batuk, pilek salama Ramadan-Foto : Raka Magang-

Mojokerto, diswaymojokerto.id - Musim penghujan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia belakangan ini disebut menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus pilek dan batuk di tengah masyarakat, terutama saat menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Perubahan cuaca yang tidak menentu, curah hujan tinggi, serta suhu udara yang lebih dingin membuat daya tahan tubuh sebagian orang menurun.

Penyakit pilek dan batuk banyak dikeluhkan warga selama musim hujan bersamaan dengan bulan puasa. Gejala yang muncul antara lain hidung tersumbat, tenggorokan gatal, batuk kering maupun berdahak, serta badan terasa lemas. Kondisi ini cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, terlebih saat tubuh sedang menahan lapar dan haus.

BACA JUGA:Greenhouse Berhantu, Lampu Menyala Sendiri, dan Penjaga pun Kabur

BACA JUGA:Labu, Superfood Favorit Nabi Muhammad SAW yang Bisa Menenangkan Hati dan Jaga Kesehatan Tubuh

Anak-anak, lansia, serta pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan menjadi kelompok yang paling rentan. Namun, tidak sedikit pula remaja dan orang dewasa yang mengalami gangguan kesehatan serupa karena kurang istirahat dan pola makan yang tidak teratur saat sahur dan berbuka.


Menerobos hujan demi sampai di tempat tujuan bisa picu flu-Foto : Raka Magang-

Fenomena ini terjadi di berbagai daerah, terutama wilayah dengan intensitas hujan tinggi. Kasus pilek dan batuk biasanya meningkat saat puncak musim penghujan, yang tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan. Perpaduan cuaca lembap dan aktivitas ibadah yang padat membuat risiko penularan semakin besar.

Menurut sejumlah tenaga kesehatan, musim hujan menyebabkan virus penyebab flu lebih mudah berkembang dan menyebar. Udara dingin dan lembap juga dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh.

BACA JUGA:Lawan Arus di Sooko Mojokerto, Pemotor Vario Tewas

BACA JUGA:Selama Februari 2026, Kenaikan Harga Cabai Rawit Membuat IFH di Mojokerto Naik

Saat puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama lebih dari 12 jam, sehingga jika tidak diimbangi dengan konsumsi air yang cukup saat sahur dan berbuka, daya tahan tubuh bisa melemah. Kurangnya asupan vitamin serta kebiasaan begadang juga menjadi faktor pendukung munculnya penyakit.

Untuk mencegah pilek dan batuk saat puasa di musim hujan, masyarakat dianjurkan menjaga pola makan seimbang saat sahur dan berbuka, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, serta minum air putih yang cukup.


Ilustrasi penderita flu-Foto : Raka Magang-

Sumber: