Tetap Fokus Bekerja Saat Puasa: Tips Mengatur Pola Tidur agar Tidak Lemas
Ilustrasi tertidur saat bekerja-Foto : Raka Magang-
Mojoketrto, diswaymojokerto.id - Memasuki minggu ketiga bulan suci Ramadan 1447 H, tantangan utama bagi para pekerja kantoran maupun lapangan adalah menjaga produktivitas di tengah perubahan pola makan dan tidur.
Banyak karyawan mengeluhkan rasa kantuk yang hebat dan tubuh yang lemas saat jam kerja produktif. Menanggapi fenomena ini, para ahli kesehatan menekankan pentingnya manajemen waktu tidur sebagai kunci utama menjaga kebugaran.
Secara biologis, siklus sirkadian manusia mengalami penyesuaian selama Ramadan karena adanya aktivitas sahur. Jika tidak dikelola dengan baik, kurangnya jam tidur berkualitas dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kesalahan dalam bekerja.
BACA JUGA:Produksi Padi di Kabupaten Mojokerto Mencapai 375, 63 Ton GKP
BACA JUGA:Keutamaan Malam Lailatul Qadar: Malam Seribu Bulan yang Penuh Kemuliaan
Berdasarkan pantauan di berbagai perkantoran di Jakarta pada Selasa 10 Maret 2026, banyak pekerja yang mencoba menyiasati hal ini dengan berbagai cara, mulai dari tidur lebih awal hingga memanfaatkan waktu istirahat siang untuk power nap.

Ngantuk berlebihan saat bekerja di bulan Ramadan-Foto : Raka Magang-
Untuk tetap prima, berikut adalah beberapa tips yang bisa diterapkan:
Tidur Lebih Awal: Hindari kebiasaan begadang untuk hal-hal yang tidak mendesak. Tidur segera setelah salat Tarawih membantu mencukupi kuota tidur 6-7 jam sebelum waktu sahur tiba.
Power Nap (Tidur Singkat): Manfaatkan waktu istirahat siang selama 15-20 menit. Tidur Singkat ini terbukti secara ilmiah mampu menyegarkan otak tanpa membuat tubuh merasa "linglung" saat bangun.
BACA JUGA:Pikap Muatan Makanan Ringan Terguling di Tol Surabaya-Mojokerto Akibat Ban Lepas
BACA JUGA:Sapi Betina Hamil Terperosok ke Sungai Sedalam 15 Meter di Pacet Mojokerto, Evakuasi 3 Jam
Konsistensi Jadwal: Usahakan bangun dan tidur di jam yang sama setiap harinya agar jam biologis tubuh tidak berantakan.
Edukasi mengenai pengaturan pola tidur untuk menjaga produktivitas kerja saat puasa.Ditujukan bagi para pekerja dan masyarakat umum yang menjalankan ibadah puasa.Relevan untuk lingkungan kerja di mana pun, khususnya di area perkotaan dengan ritme kerja tinggi.
Sumber:

