Sekitar 24,9 Juta Pemudik Nasional Diperkirakan Masuk Ke Jawa Timur
Ilustrasi arus mudik -Foto : Habib Magang-
Surabaya, diswaymojokerto.id – Hari ini, 18 Maret 2026, diperkirakan sebagai puncak arus mudik Lebaran 2026. Sekitar 24,9 juta orang atau 17,3 persen pemudik nasional diperkirakan masuk ke Jawa Timur. Arus balik diperkirakan akan terjadi pada 27 maret 2026.
Hal itu disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memberikan pengarahan pada seluruh jajaran di Pemprov Jatim, Rabu18 Maret 2026. Gubernur menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga kualitas pelayanan publik sekaligus mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 2026.
Gubernur Khofifah menekankan pentingnya kesiapan lintas sektor menghadapi dinamika periode Idulfitri 1447 Hijriah, mulai dari pelayanan publik, transportasi, hingga mitigasi bencana hidrometeorologi.
Ia menyebutkan, Pemprov Jatim melalui BPBD Jawa Timur telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca sejak 16 Maret 2026 hingga direncanakan berlangsung sampai 25 Maret 2026. Upaya ini dilakukan sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem selama masa mudik dan Lebaran.

Pemudik menggunakan moda angkutan KA-Foto : Kominfo Provinsi Jatim-
Khofifah juga meminta Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur untuk berkoordinasi dengan BMKG. Koordinasi ini bertujuan memastikan masyarakat dapat bersilaturahim, mudik, dan berwisata dengan aman dan nyaman.
Di sektor kesehatan, Khofifah menginstruksikan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk memastikan layanan call center berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat memperoleh pertolongan pertama secara cepat dalam kondisi darurat.
BACA JUGA:Jelang Lebaran 2026, Segini Lonjakan Penumpang Kereta Api di Stasiun Mojokerto
BACA JUGA:Malam 29 Ramadan: Harapan Terakhir Meraih Lailatul Qadar
Selain itu, Pemprov Jatim juga menyediakan program mudik gratis bagi 9.320 orang menggunakan moda bus dan kapal laut, serta fasilitas pengangkutan 200 unit sepeda motor. Program ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah dalam menghadirkan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat.
Menjelang cuti bersama, Pemprov Jatim menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) secara terbatas. Namun, Khofifah menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan publik. "WFA bukan cuti, sehingga pelayanan dan kinerja pegawai harus tetap optimal." tegasnya.

Gubernur Khofifah memberikan pengarahan OPD antisipasi arus mudik 2026-Foto : Kominfo Provinsi Jatim-
Ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk memastikan keamanan kantor saat ditinggalkan, termasuk mematikan listrik, komputer, dan pendingin ruangan yang tidak diperlukan, serta menutup aliran air dengan baik sebagai bagian dari efisiensi energi.
Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) dilarang menggunakan fasilitas jabatan untuk kepentingan pribadi, termasuk kendaraan dinas untuk mudik. Kendaraan dinas wajib diparkirkan di kantor masing-masing sesuai ketentuan dalam Surat Edaran Gubernur Nomor 800/1022/204/2026 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi pada Masa Hari Raya.
Sumber:

