tjiwi kimia ucapan idul fitri 1447 h
enero ucapan idul fitri 1447 h

Pemprov Jatim Beri Fasilitas Mudik Gratis kepada 9.320 Orang Pemudik

Pemprov Jatim Beri Fasilitas Mudik Gratis kepada 9.320 Orang Pemudik

Gubernur Jatim Berangkatkan 4.000 Pemudik, Total 9.230 Orang Ikuti Program Mudik Gratis 2026-Foto : Kominfo Jatim-

Surabaya, diswaymojokerto.id - Sebanyak 9.230 orang mengikuti program mudik gratis yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Jumlah pemudik tersebut termasuk yang diberangkatkan mudik dari Jakarta.

Sedangkan yanh diberangkatkan dari depan Kantor Dinas Perhubungan Jatim, Surabaya, Kamis 19 Maret 2026  tercatat sebanyak 4000 orang. Para pemudik ini   menuju 20 kabupaten/kota di Jawa Timur menggunakan 100 unit bus Antarkota Dalam Provinsi (AKDP), dengan kapasitas rata-rata 40 penumpang per bus.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa program mudik gratis tahun ini menjangkau total 9.230 pemudik melalui berbagai moda transportasi, mulai dari bus, kapal laut, hingga angkutan sepeda motor.

BACA JUGA:Pemprov Jatim Menjamin Ketersediaan BBM dalam Kondisi Aman Jelang Idulfitri 2026

BACA JUGA:PWI Mojokerto Bertadarus, Tuntas 5 Kali Khatam Al-Qur’an di Penghujung Ramadan

“Total keseluruhan mencapai 9.230 orang, terdiri dari pemberangkatan dari Jakarta, dalam provinsi, hingga melalui jalur laut,” ujarnya.

Gubernur merinci, sebanyak 2.230 pemudik telah lebih dahulu diberangkatkan dari Jakarta menuju Surabaya menggunakan 58 unit bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) pada 18 Maret 2026. Selain jalur darat, Pemprov Jatim juga melayani mudik melalui jalur laut dengan total 3.000 penumpang untuk rute Jangkar menuju Pulau Raas dan Sapudi.

Pemberangkatan jalur laut ini telah dilakukan sejak 15 Maret 2026. Secara keseluruhan, program mudik gratis ini didukung oleh 158 unit bus non-ekonomi yang melayani berbagai rute, baik dari luar provinsi maupun dalam wilayah Jawa Timur.

Gubernur Khofifah menegaskan, program ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat dari sisi pembiayaan transportasi, tetapi juga sebagai upaya mengurangi kepadatan lalu lintas dan menekan angka kecelakaan selama arus mudik Lebaran.

BACA JUGA:Wali Kota Mojokerto Instruksikan Pengamanan Maksimal Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri

BACA JUGA:Umat Hindu di Mojokerto Arak 3 Ogoh-ogoh Jelang Nyepi, Sarat Pesan Perdamaian

Menurutnya, peralihan pemudik dari kendaraan roda dua ke moda transportasi umum seperti bus menjadi langkah strategis dalam meningkatkan keselamatan perjalanan.“Dua indikator utama program ini adalah keselamatan dan ekonomi. Kita ingin menekan angka kecelakaan sekaligus meringankan beban masyarakat,” tegasnya.

Salah satu pemudik, Wahyu, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Ia bersama istri dan anaknya memanfaatkan program Pemprov Jatim tersebut untuk pulang ke kampung halaman di Ngawi. “Ya mumpung ada programnya, saya daftar. Alhamdulillah kebagian kuota. Rencana mudik dari Surabaya ke Ngawi. Semoga semuanya lancar lebaran tahun ini,” pungkasnya

 

Sumber: