Vihara Pondok Metta Lawang Beri Layanan Singgah, Pemudik: Kami Diterima dengan Hangat
Para pemudik yang singgah istirahat di Vihara Pondok Metta Lawang, Malang-Foto : Dok Humas Kemenag RI-
Malang, diswaymojokerto.id - Toleransi beragama benar-benar ditunjukkan masyarakat Budha di Lawang, Malang Jawa Timur. Pemeluk agama Budha di sana, menjadikan Vihara, tempat mereka beribadah sebagai tempat istirahat para pemudik yang melintasi di lokasi Vihara tersebut.
Ternyata rumah ibadah ramah pemudik tidak hanya masjid. Vihara Pondok Metta Lawang, Kabupaten Malang, juga membuka layanan tempat singgah bagi para pemudik yang melintas di jalan raya depan Vihara.
Pengurus vihara telah menyiapkan berbagai fasilitas layanan bagi masyarakat yang akan mudik ke kampung halaman, antara lain: tempat istirahat yang nyaman, air minum, makanan ringan, serta area teduh untuk melepas lelah. Selain itu, disediakan pula informasi perjalanan, serta fasilitas toilet yang bersih dan terawat.
BACA JUGA:Menag RI Sampaikan Ucapan Idulfitri, Puasa Perkuat Kepedulian dan Solidaritas
BACA JUGA:Pemkab Mojokerto Terapkan WFA 3 Hari Pasca Lebaran, ASN Bisa Bekerja dari Mana Saja
Pengurus Vihara, Awi menyampaikan bahwa hingga Kamis 19 Maret 2026, sudah ada beberapa pemudik yang singgah di vihara ini dan memanfaatkan fasilitas untuk beristirahat sejenak dan melepas lelah selama perjalanan.
“Kami dari pengurus vihara tetap siap menerima dan melayani para pemudik yang singgah selama perjalanan menuju kampung halaman menjelang Hari Raya Idul Fitri 1477 Hijriah,” sebut Awi.
Sementara itu, perwakilan rombongan pemudik dari Semarang yang singgah di vihara, Yuni Sekar, menyampaikan bahwa pelayanan di vihara tersebut sangat baik dan ramah.
“Terima kasih, kami sudah diterima dengan hangat di tempat ini. Fasilitas yang disediakan juga sangat membantu kami untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan,” ungkapnya.
BACA JUGA:Periksa Sebelum Mudik, Warga Diimbau Pastikan Rumah Aman dan Terkendali
BACA JUGA:Berbagai Film di Lebaran 2026: dari Teror Suzzanna Hingga Drama Keluarga yang Menyentuh Hati.
Penyuluh Agama Buddha, Setyorini menjelaskan, selama menjelang Hari Raya Idulfitri 1477 Hijriah, berbagai kegiatan dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, khususnya dalam menciptakan kelancaran arus mudik serta memperkuat nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di tengah masyarakat.
Rini menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari tugas penyuluh agama Buddha dalam membina umat agar senantiasa menumbuhkan nilai kebersamaan, toleransi, dan semangat gotong royong.
Melalui keterlibatan langsung dalam pelayanan kepada masyarakat, para penyuluh diharapkan dapat menjadi teladan dalam memperkuat kerukunan serta memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar, khususnya pada momentum hari besar keagamaan.
Sumber:








