Banjir di Mojokerto Mulai Surut, Warga Bersihkan Rumah dan Siaga Hadapi Banjir Susulan
Kondisi banjir masih menggenangi jalan raya di Desa Tinggarbuntut. -Foto : Fio Atmaja-
Mojokerto, Diswaymojokerto.id – Banjir luapan akibat sumbatan sampah dan jebolnya tanggul Sungai Sadar di Kecamatan Mojoanyar dan Bangsal serta luapan Sungai Sumberkembar di Mojosari mulai berangsur surut pada Senin, 23 Maret 2026.
Warga mulai membersihkan rumah dari sisa genangan, meski beberapa titik jalan masih terendam dan potensi hujan ekstrem masih mengancam.
"Tren air di tiga desa terdampak mulai berangsur surut. Air di dalam rumah sudah surut, namun masih menggenangi jalan," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim.
Pantauan di lokasi kondisi Dam Tinggarbuntut semula dipenuhi material sampah hingga menyumbat pintu dam air sekarang sudah bersih. Nampak juga beberapa warga juga mulai masuk rumah dan membersihkan sisa-sisa material banjir yang menggenangi rumah sebelumnya.
"Kondisi air di dalam rumah sudah surut. Namun, air masih menggenangi jalan," ungkapnya.
Adapun rinciannya desa terdampak banjir yakni Desa Jumeneng, Mojoanyar terbagi dalam dua dusun terdampak. Dusun Kuripan, 15 rumah terdampak (105 jiwa), ketinggian air di dalam rumah 40-50 cm, di jalan 20-30 cm, persawahan terendam 22 hektare.

Beberapa tenda darurat warga masih belum dibongkar. -Foto : Fio Atmaja-
Kemudian Dusun Balongcangkring, 90 rumah terdampak (170 jiwa), tanggul jebol 15×6 meter, ketinggian air dalam rumah 5-10 cm, di jalan 40-50 cm, sawah 18 hektare terendam.
Sedangkan di Desa Tinggarbuntut, Bangsal mencatat 178 KK terdampak dengan ketinggian air di dalam rumah 10-20 cm, di jalan desa 40-50 cm, dan lahan pertanian 6 hektare.
Perbaikan tanggul jebol sepanjang 15 meter di Desa Jumeneng terus dilakukan oleh Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto bersama BBWS Brantas menggunakan jumbo bag dan sandbag.
BACA JUGA:COD HP, Pembeli Tusuk Pemilik Konter di Mojokerto
BACA JUGA:Banjir Akibat Luapan dan Jebolnya Tanggul Sungai Sadar Mojokerto Belum Surut Hingga H+1 Lebaran,
Kabid SDA Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Rois Arif Budiman menambahkan, perbaikan tanggul jebol di Desa Jumeneng masih berlangsung dengan material jumbo bag dan sandbag.
"Jarak titik tanggul jebol dari lokasi droping material 800 meter melewati tanggul sungai, sehingga butuh waktu untuk langsir," jelasnya.
Sumber:








