KAI Commuter Wilayah 8 Layani Lebih dari 650 Ribu Penumpang Saat Lebaran
Kereta api commuter di wilayah 8 Surabaya-Foto : Harian Disway-
Surabaya, diswaymojokerto.id - KAI Commuter mencatat volume pengguna Commuter Line di Wilayah 8 Surabaya mencapai 652.692 pengguna selama periode angkutan Lebaran 1447 H, yang berlangsung sejak 11 hingga 24 Maret 2026. Angka ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Commuter Line sebagai moda transportasi andalan selama masa mudik dan libur Lebaran.
Selama periode ini, KAI Commuter Wilayah 8 Surabaya terus memastikan 50 perjalanan setiap harinya berjalan optimal, aman, nyaman, dan tepat waktu. Dukungan fasilitas di stasiun serta peningkatan kualitas pelayanan kepada pengguna menjadi faktor utama yang mendorong tingginya minat masyarakat menggunakan Commuter Line.
Adapun rincian volume pengguna (11-24 Maret 2026) pada pukul 13.00 WIB per lintas Commuter Line di Wilayah 8 Surabaya adalah sebagai berikut:
- Commuter Line Dhoho: 201.425 pengguna
- Commuter Line Penataran: 190.012 pengguna
- Commuter Line Supas: 80.655 pengguna
- Commuter Line Arjonegoro: 42.918 pengguna
- Commuter Line Blorasura: 49.763 pengguna
- Commuter Line Jenggala: 87.919 pengguna
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, dalam keterangan tertulis, Rabu 25 Maret 2026 menegaskan, bahwa tren positif ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Commuter Line.

KA Commuter di stasiun Gubeng Surabaya-Foto : Dok. Kominfo Pemprov Jatim-
“Peningkatan volume pengguna selama angkutan Lebaran menunjukkan bahwa Commuter Line semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan jarak dekat hingga menengah. Kami berkomitmen menghadirkan layanan yang andal, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna,” ujar Karina.
Selain itu, Karina juga mengingatkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal, terutama dalam pembelian tiket. “Kami mengimbau seluruh pengguna untuk melakukan pembelian tiket sejak H-7 sebelum keberangkatan melalui aplikasi Access by KAI. Dengan demikian, perjalanan dapat direncanakan lebih pasti dan nyaman, tanpa khawatir kehabisan tiket,” tambahnya.
BACA JUGA:Hari Raya Ketupat, dari Tradisi Lokal Menjadi Warisan Budaya
Sumber:







