PMI Mojokerto Tangani 23 Kasus di Pos Siaga Mudik Lebaran 2026
PMI Kota Mojokerto saat menggelar kegiatan donor darah-Foto : Humas PMI Kota Mojokerto-
Mojokerto, diswaymojokerto.id - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto mencatat sebanyak 23 kasus telah ditangani selama pelaksanaan Pos Siaga Mudik Lebaran 2026. Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya PMI dalam memberikan perlindungan dan bantuan kesehatan bagi para pemudik yang melintas di wilayah Kota Mojokerto.
Humas PMI Kota Mojokerto, Dimas Hariadi, menyampaikan, dari total 23 kejadian yang ditangani, mayoritas merupakan kecelakaan lalu lintas.
“Terhitung sejak 13 Maret hingga 25 Maret 2026, kami telah merespons 23 kejadian, terdiri dari 22 kecelakaan lalu lintas dan satu kedaruratan medis di tempat umum,” ujar Dimas dalam keterangan tertulis, Kamis 26 Maret 2026
BACA JUGA:Polres Mojokerto Pantau Obyek Wisata, Pastikan Keamanan Pengunjung Pasca Lebaran
BACA JUGA:Wali Kota Mojokerto Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal
Ia menjelaskan, seluruh kasus tersebut ditangani oleh petugas yang berjaga di dua pos kesehatan, yakni Pos Ops Ketupat Semeru di kawasan Alun-Alun Wiraraja dan Pos Markas PMI Kota Mojokerto. Dari jumlah tersebut, 20 layanan ditangani di Posko PMI Kota Mojokerto dan tiga lainnya oleh Pos PMI Siaga Arus Mudik.
Adapun total penerima manfaat mencapai 34 orang, terdiri dari 23 laki-laki dan 11 perempuan. Rinciannya, 15 orang mengalami luka ringan, sembilan luka sedang, empat luka berat, serta satu korban meninggal dunia.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto mencatat sebanyak 23 kasus telah ditangani selama pelaksanaan Pos Siaga Mudik Lebaran 2026-Foto : Humas PMI Kota Mojokerto-
Untuk mendukung pelayanan tersebut, PMI Kota Mojokerto menyiagakan dua pos kesehatan yang beroperasi selama 24 jam penuh sejak 13 hingga 25 Maret 2026. Setiap pos dijaga oleh tiga personel dalam tiga shift, yang terdiri dari tenaga kesehatan dan sukarelawan terlatih di bidang pertolongan pertama.
“Petugas kami siaga 24 jam untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat, khususnya pemudik. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, pertolongan pertama, hingga rujukan ke rumah sakit jika diperlukan,” jelasnya.
Dimas menambahkan, keberadaan pos kesehatan ini tidak hanya untuk menangani kondisi darurat, tetapi juga sebagai tempat istirahat bagi pemudik yang mengalami kelelahan selama perjalanan.
BACA JUGA:Terminal Kertajaya Mojokerto Masih Stabil, Puncak Arus Balik Diprediksi 29 Maret
BACA JUGA:Dukung Indonesia Asri, Hemat BBM, Ning Ita Instruksikan ASN Kota Mojokerto 'Gowes' tiap Jumat
“Pemudik yang merasa kurang sehat bisa mampir ke pos kami. Kami menyediakan tenaga kesehatan dan obat-obatan secara gratis,” katanya.
Sumber:







