Perbaikan 3 Tanggul Jebol di Mojokerto Dikebut, Akses Sulit Jadi Kendala Utama
Tanggul yang putus setelah jebol, akhirnya tersambung, meski alat berat terkendala lokasi yang sulit dijangkau alat berat-dok PUPR Kabupaten Mojokerto - ISM Mojokerto for Disway Mojokerto-
Mojokerto, Diswaymojokerto.id – Perbaikan 3 tanggul jebol di 2 kecamatan di Kabupaten Mojokerto terus dikebut. Jebolnya 3 tangul tersebut mengakibatkan banjir yang merendam rumah dan sawah warga.
Progres perbaikan tanggul Sungai Sadar di Desa Jumeneng, Mojoanyar, mencapai 70 persen, sementara tanggul di Desa Modopuro, Mojosari, sudah 80 persen. Namun, perbaikan tanggul di Desa Kebondalem terkendala akses jalan yang sulit sehingga harus dilakukan secara manual.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Rois Arif Budiman, mengatakan, faktor cuaca turut mendukung percepatan pembangunan darurat tersebut. Dia menyebutkan beberapa kendala yang mempengaruhi perbaikan proses tanggul.

Upaya perbaikan tanggul jebol mengalami kesulitan karena terkendala akses, sehingga harus menggunakan rakit untuk mebawa sandbag menutup tanggul jebol -dok ISM Mojokerto for Disway Mojokerto-
"Perbaikan darurat tanggul di Desa Jumeneng sudah 70 persen. Untuk bagian depan sudah tertutup sehingga luapan Sungai Sadar tidak masuk ke persawahan maupun pemukiman. Tinggal bagian atas untuk peninggi dan belakang," ujarnya, Senin, 30 Maret 2026.
BACA JUGA:Halal Bihalal LCC Indonesia dan Forshaki Mojokerto, Presiden LCC Ingatkan Jaga Hati
BACA JUGA:Di Jember, Angin Kencang dan Longsor Terjang 4 Kecamatan, 14 Rumah Rusak Ringan
Tanggul jebol di Desa Jumeneng dengan panjang 30 meter, lebar 5 meter, dan kedalaman sekitar 3 meter. Perbaikan dilakukan secara kolaborasi antara BBWS Brantas dan Pemkab Mojokerto dengan mengerahkan 3 unit alat berat.
Ia menambahkan, jenis perbaikan dengan menggunakan jumbo bag kombinasi sandbag dan diperkuat ceruk bamboo. Pihaknya juga menggunakan gedek dengan mengerahkan 3 unit alat berat di lokasi jebolnya tanggul.
Rois menyebutkan, jumbo bag dan sandbag diangkut ke lokasi putusnya tanggul menggunakan rakit karena lokasinya memang sulit dijangkau. "Jumbo bag per buah ukuran 1m3 / 1 ton yang diangkut kearah lokasi tanggul jebol," imbuhnya.

Alat berat diketahkan untuk menutup tanggul jebol tapi terkendala lokasi yang tidak bisa dijangkau alat berat-dok PUPR Kabupaten Mojokerto - ISM Mojokerto for Disway Mojokerto-
Tantangan utama adalah akses jalan sejauh 800 meter dari lokasi droping material yang melewati tanggul Sungai Sadar, sehingga membutuhkan waktu untuk langsir. Selain itu, perbaikan tanggul jebol di Mojosari juga terus dipercepat.
BACA JUGA:Sehari Damkar Mojokerto Evakuasi Ular Kobra dan Ular Kayu dari Rumah dan Motor Warga
BACA JUGA:Akhir Pekan, Sebanyak 1.586 Penumpang Gunakan Stasiun Mojokerto
Disebutkan, tanggul Modopuro yang ambrol sepanjang 15 meter dengan kedalaman 2,5 meter kini dilakukan pengerjaan dengan peninggian daruratnya hampir selesai. ‘’Tinggi permukaan air sudah aman untuk proses peninggian tanggul,’’ bebernya.
Pengerjaan peninggian tanggul darurat di aliran Sungai Sumber Glogok di Desa Modopuro hampir selesai. Setelah tinggi permukaan air sudah aman untuk proses peninggian tanggul, maka proses peninggian tanggul dilakukan.
Dituturkan, untuk penanganan tanggul darurat di Desa Kebondalem, terkendala akses jalan untuk alat berat. ‘’Sehingga pekerjaan dilakukan secara manual yang memerlukan waktu cukup lama,’’ paparnya.

Gedeg juga digunakan untuk menahan tanah yang digunakan menutup tanggul yang jebol -dok PUPR Kabupaten Mojokerto - ISM Mojokerto for Disway Mojokerto-
Dituturkan juga, tanggul jebol dengan panjang sekitar 15 meter di sisi timur seberang sungai menyulitkan akses. Hal itu membuat petugas harus melewati sungai untuk mencapai lokasi dengan aliran sungai sedalam sekitar 2 meter.
BACA JUGA:4 Nama Calon Ketua DPC PKB Kota Mojokerto Hasil Muscab 2026
BACA JUGA:5. 000 Mahasiswa Padati Pendapa, Pemkab Jember Sederhanakan Skema Beasiswa 'Cinta Bergema'
‘’Kesulitan utama adalah posisi tanggul di seberang sungai dengan aliran yang masih tinggi. Sehingga pengerjaan harus dilakukan manual tanpa alat berat. Ini yang membutuhkan waktu dan tenaga tersendiri," jelasnya.
Material sudah didrop di dekat lokasi dan perbaikan akan optimal menunggu sungai sedikit surut untuk pemasangan sandbag hingga peninggian tanggul. "Mudah-mudahan cuaca tidak hujan sehingga dapat mempercepat penanganan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, hujan yang mengguyur kawasan Kabupaten Mojokerto mengakibatkan banjir luapan akibat sumbatan sampah dan jebolnya tanggul Sungai Sadar. Tanggul Sungai Sadar terjadi di Kecamatan Mojoanyar dan Bangsal serta luapan Sungai Sumberkembar di Mojosari.
Desa terdampak banjir yakni Desa Jumeneng, Mojoanyar, tepatnya di dua dusunm yakni Dusun Kuripan, 15 rumah terdampak (105 jiwa). Di dusun ini ketinggian air di dalam rumah 40-50 cm, di jalan 20-30 cm, persawahan terendam 22 hektare.
BACA JUGA:Kemenag RI Prihatin dan Kecam Kekerasan pada Anak di Salah Satu TPQ Probolinggo
BACA JUGA:Kopi Simpang Surodinawan, Tempat Singgah yang Menghidupkan Malam Kota Mojokerto
Kemudian Dusun Balongcangkring, 90 rumah terdampak (170 jiwa), tanggul jebol 15×6 meter, ketinggian air dalam rumah 5-10 cm, di jalan 40-50 cm, sawah 18 hektare terendam. Sedangkan di Desa Tinggarbuntut, Bangsal mencatat 178 KK terdampak dengan ketinggian air di dalam rumah 10-20 cm, di jalan desa 40-50 cm, dan lahan pertanian 6 hektare.
Sementara itu, genangan air juga masih merendam di Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari. Banjir susulan ini dipicu akibat luapan air dari tanggul Sungai Sumberkembar yang jebol sepekan lalu.
Air sempat merendam areal persawahan seluas 12 hektare dan jalan permukiman dengan ketinggian rata-rata sekitar 5 sentimeter. Dengan perbaikan yang dilakukan, dia berharap bisa memperkuat tanggul dan tidak jebol lagi.
Sumber:






