Gus Fawait: UHC Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Nyawa Bagi Ibu dan Bayi di Jember
Bupati Jember Muhammad Fawait menjenguk seorang ibu usai melahirkan-Foto : Kominfo Pemkab Jember-
Jember, diswaymojokerto.id - Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang biasa disapa Gus Fawait, menegaskan bahwa program Universal Health Coverage (UHC) merupakan instrumen "perang" utama Pemerintah Kabupaten Jember dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan stunting. Baginya, akses kesehatan gratis yang merata adalah fondasi keadilan bagi warga prasejahtera di tengah pertumbuhan ekonomi daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Fawait menanggapi fluktuasi data kesehatan di awal tahun 2026. Ia menekankan bahwa evaluasi kinerja kesehatan tidak bisa dilihat secara instan dalam hitungan bulan, melainkan harus dipantau secara komprehensif sepanjang tahun anggaran.
Dalam keterangannya pada Rabu 1 April 2026, Gus Fawait menjelaskan saat ekonomi Jember merangkak naik, tantangan terbesar adalah memastikan akses layanan dasar tidak tertinggal. UHC hadir untuk meruntuhkan tembok penghalang antara masyarakat tidak mampu dengan layanan medis berkualitas.
BACA JUGA:Jawa Timur Pertahankan Dominasi: 8.915 Siswa Lolos Jalur KIP-Kuliah di SNBP 2026
BACA JUGA:Kunjungan Wisman ke Jatim Tembus 23.775 pada Februari 2026, Hotel Bintang Dua Jadi Primadona
"Dengan UHC, kita meminimalisir hambatan bagi warga untuk mendapatkan layanan medis. Ini adalah bentuk ikhtiar nyata pemerintah daerah untuk menjamin kehadiran negara di tengah masyarakat," tutur Gus Fawait.
Ia menambahkan jika pembangunan infrastruktur seperti jalan dan irigasi adalah investasi jangka menengah, maka jaminan kesehatan melalui UHC adalah program yang dampaknya harus dirasakan langsung oleh masyarakat saat ini juga.
Sebagai langkah konkret jangka pendek, Gus Fawait menginstruksikan percepatan layanan deteksi dini bagi ibu hamil di seluruh pelosok Jember. Mulai akhir April 2026, Pemkab Jember menargetkan pemetaan kesehatan janin melalui layanan ultrasonografi (USG) secara menyeluruh.
"Kita punya target ambisius, akhir April ini seluruh ibu hamil di Jember sudah harus mendapatkan layanan USG. Ini penting sebagai deteksi dini agar risiko saat persalinan bisa kita minimalisir sejak awal," tegasnya.
BACA JUGA:Kejari Mojokerto Musnahkan Barang Bukti Berbagai Kasus Kejahatan, Uang Palsu Hingga Pil Double L
BACA JUGA:Kasus Oknum Wartawan Diduga Peras Pengacara di Mojokerto Masuk Tahap 1
Optimisme Gus Fawait tidak hanya bertumpu pada jaminan pembiayaan, tetapi juga pada penguatan kompetensi Tenaga Kesehatan (Nakes). Integrasi antara sistem UHC dan kesiapan fasilitas kesehatan diharapkan mampu menciptakan ekosistem kesehatan yang tangguh di Jember.
Melalui strategi ini, Gus Fawait berharap Jember tidak hanya dikenal sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat, tetapi juga sebagai kabupaten yang sukses meningkatkan kualitas hidup manusianya secara signifikan.
Sumber:






