Pemkab Mojokerto Targetkan Zero Stunting, Pos PAUD Jadi Garda Terdepan
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, saat menghadiri acara Halal Bihalal Keluarga Besar Himpunan Pendidik Pos PAUD (HP3) Kabupaten Mojokerto-Foto : Diskominfo Kabupaten Mojokerto-
Mojokerto, Diswaymojokerto.id – Upaya membangun generasi emas di Kabupaten Mojokerto tak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga dimulai dari fondasi paling dasar: kesehatan anak sejak usia dini.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto kini semakin serius menekan angka stunting, dengan menempatkan Pos Pendidikan Anak Usia Dini (Pos PAUD) sebagai garda terdepan.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, saat menghadiri Halal Bihalal Keluarga Besar Himpunan Pendidik Pos PAUD (HP3) Kabupaten Mojokerto, Rabu 8 April 2026.
Di hadapan sekitar 250 guru Pos PAUD, ia menekankan bahwa stunting masih menjadi ancaman nyata bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan.
BACA JUGA:Tim Mewlafor Bawa 23 KTH di Mojokerto Studi Banding ke KTH Sukobubuk Rejo,Pati Jawa Tengah
BACA JUGA:Pikap Terguling di Tol Surabaya–Mojokerto Akibat Pecah Ban, Kerugian Ditaksir Rp5 Juta
Menurutnya, kasus stunting tidak hanya berdampak pada kondisi fisik anak, tetapi juga berpengaruh pada perkembangan kognitif dan produktivitas jangka panjang. Karena itu, penanganannya harus dilakukan sejak dini dan melibatkan berbagai pihak.
“Sinergi harus terus diperkuat, terutama antara pendidik Pos PAUD dengan kader kesehatan. Tujuannya jelas, memastikan angka stunting di Kabupaten Mojokerto terus menurun hingga mencapai zero stunting,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis 9 April 2026.
Al Barra menjelaskan, Pos PAUD memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan anak-anak di masa emas pertumbuhan. Terlebih, banyak Pos PAUD yang telah terintegrasi dengan layanan Posyandu, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi titik pemantauan kesehatan anak.
BACA JUGA:Gus Fawait Jamin Nasib PPPK Jember Aman hingga 2027, Tegaskan Kinerja Jadi Penentu
Di sinilah peran penting para pendidik Pos PAUD. Mereka tidak hanya mengajarkan keterampilan dasar, tetapi juga ikut mengedukasi orang tua terkait pola asuh, gizi seimbang, hingga pemantauan tumbuh kembang anak sejak lahir hingga usia enam tahun.
“Pendampingan sejak dini sangat menentukan. Pos PAUD bukan sekadar tempat belajar, tapi juga ruang intervensi awal untuk mencegah stunting,” tegasnya.
Lebih jauh, Pemkab Mojokerto memastikan bahwa upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan. Mulai dari Pos PAUD, PAUD formal, hingga jenjang pendidikan dasar dan menengah, bahkan perguruan tinggi, seluruhnya menjadi bagian dari ekosistem pembangunan manusia.
Sumber:

