Pemkot Mojokerto Tegaskan Sanksi bagi Penerima Bansos yang Terlibat Narkoba
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat menghadiri sosialisasi program Bersinar (Bersih Narkoba) di Kelurahan Pulorejo, yang digelar di kawasan Taman Bahari Majapahit (TBM), Jumat 10 April 2026-Foto : Kominfo Pemkot Mojokerto-
Mojokerto, diswaymojokerto.id - Pemerintah Kota Mojokerto mengambil langkah tegas dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Penerima bantuan sosial diingatkan untuk memastikan tidak ada anggota keluarganya yang terlibat dalam penggunaan narkoba, karena pelanggaran tersebut berpotensi berujung pada pencabutan seluruh bantuan dari pemerintah.
Penegasan itu disampaikan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat menghadiri sosialisasi program Bersinar (Bersih Narkoba) di Kelurahan Pulorejo, yang digelar di kawasan Taman Bahari Majapahit (TBM), Jumat 10 April 2026. Kegiatan tersebut melibatkan warga, terutama para ibu, yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan keluarga.
Dalam kesempatan itu, wali kota yang akrab disapa Ning Ita menekankan bahwa komitmen pemerintah daerah tidak hanya sebatas imbauan, tetapi juga disertai dengan kebijakan yang memiliki konsekuensi nyata.

Sosialisasi program Bersinar (Bersih Narkoba) di Kelurahan Pulorejo, Prajurit Kulon-Foto : Kominfo Pemkot Mojokerto-
“Kalau ingin tetap menerima fasilitas dari pemerintah, pastikan tidak ada anggota keluarga yang menggunakan narkoba. Jika terbukti, maka seluruh bantuan akan dicabut,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pencegahan yang menyasar langsung lingkup keluarga sebagai garda terdepan dalam melindungi generasi muda. Ia menilai, ancaman narkoba saat ini semakin kompleks dan banyak menyasar kalangan remaja.
BACA JUGA:Jelang Mojotirto 2026, Pemkot Mojokerto Korve dan Matangkan Kesiapan di TBM
BACA JUGA:BPS Mojokerto, Data Statistik Bukan Sekadar Angka, Tapi Pilar Perencanaan Pembangunan
Karena itu, peran orang tua, khususnya ibu, dinilai krusial dalam mengawasi perilaku anak serta membangun komunikasi yang kuat di dalam keluarga.
“Kalau setiap keluarga mampu menjaga anggotanya, maka lingkungan juga akan ikut aman. Dari tingkat kelurahan hingga kota, kita bisa bersama-sama melindungi diri dari bahaya narkoba,” katanya.

Pemkot Mojokerto juga menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto-Foto : Kominfo Pemkot Mojokerto-
Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Mojokerto juga menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan jenis-jenis narkoba, dampak yang ditimbulkan, hingga ciri-ciri pengguna yang perlu diwaspadai.
Warga juga diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dengan berani melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
BACA JUGA:Dua Truk Terlibat Kecelakaan di Tol Jombang - Mojokerto, Dua Orang Tewas
Sumber:

