Gus Fawait Tegaskan Pemerataan Layanan Publik, Gandeng PPP Kawal Program Bunga Desaku

Gus Fawait Tegaskan Pemerataan Layanan Publik, Gandeng PPP Kawal Program Bunga Desaku

Bupati Jember Muhammad Fawait-Foto : Kominfo Kabupaten Jember-

Jember, Diswaymojokerto.id - Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang biasa disapa Gus Fawait, menegaskan komitmennya dalam pemerataan layanan publik bagi seluruh warga, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.

Penegasan itu disampaikan saat menghadiri acara halalbihalal bersama keluarga besar DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu 11 April 2026 malam.

Dalam sambutannya, Gus Fawait membuka dengan permohonan maaf lahir dan batin, sekaligus menyampaikan apresiasi kepada PPP yang selama ini turut mengawal jalannya pemerintahan daerah. Namun, fokus utama yang disorot adalah upaya menghapus kesenjangan layanan publik.

“Setiap warga Jember, baik yang tinggal di kota maupun desa, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan dari pemerintah,” tegasnya.

BACA JUGA:Lahan Rongsokan dan Tungku Tahu Terbakar di Jatirejo, Api Diduga Berasal dari Bara Sisa Produksi

BACA JUGA:Lonjakan Harga Plastik, Peluang Diam-Diam untuk Lingkungan

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program unggulan Bunga Desaku. Program ini, menurutnya, bukan sekadar kunjungan atau inspeksi biasa, melainkan strategi konkret untuk menghadirkan layanan langsung ke masyarakat.

Melalui program itu, pemerintah daerah membawa berbagai layanan ke tingkat desa. Mulai dari administrasi kependudukan seperti pembuatan KTP, pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga layanan kesehatan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah masih minimnya informasi terkait program Universal Health Coverage (UHC). Gus Fawait mengungkapkan, masih ada tokoh masyarakat hingga guru ngaji di pelosok desa yang belum mengetahui bahwa layanan berobat dapat diakses gratis hanya dengan menunjukkan KTP Jember.

“Ini bukan hanya soal bantuan, tapi soal keadilan. Kesejahteraan itu juga berarti pemerataan akses layanan,” ujarnya.

BACA JUGA: Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto Dibuka dengan Senam Massal dan Aksi Sosial

BACA JUGA:Bupati Jember Tinjau Foodstreet Kartini, Target Rampung Akhir 2026

Selain sektor layanan publik, Gus Fawait juga menyinggung langkah pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi. Ia menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan bukan sekadar operasi pasar konvensional.

Melalui kegiatan di desa, pemerintah secara langsung menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang membutuhkan. Langkah ini dinilai lebih efektif untuk meredam dampak inflasi secara langsung di tingkat masyarakat.

Sumber: