Data Bukan Sekadar Arsip, Kota Mojokerto Gaspol Benahi Satu Data 2026
FGD Satu Data 2026 yang digelar Diskominfo Kota Mojokerto di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Kamis 23 April 2026.-Foto : Kominfo Pemkot Mojokerto-
Mojokerto, diswaymojokerto.id - Data kini bukan lagi pelengkap laporan, tapi “bahan bakar” utama dalam merancang kebijakan. Itulah benang merah dalam Focus Group Discussion (FGD) Satu Data 2026 yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Kamis 23 April 2026.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa penerapan Satu Data Indonesia bukan sekadar menjalankan aturan seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019. Lebih dari itu, data harus benar-benar menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan.
“Kalau datanya tidak valid, kebijakan bisa meleset. Program jadi tidak tepat sasaran, dan hasilnya pun jauh dari harapan,” ujarnya.

Peserta FGD satu data yang digelar Diskominfo Kota Mojokerto-Foto : Kominfo Pemkot Mojokerto-
Menurutnya, tantangan pengelolaan data bukan hanya soal ketersediaan, tapi juga kualitas dan keberlanjutan. Data harus terus diperbarui, jelas sumbernya, bisa dipertanggungjawabkan, dan yang tak kalah penting mudah diakses oleh siapa pun yang membutuhkan.
Menariknya, Ning Ita sapaan akrab wali kota juga menyoroti tren penurunan akses portal Satu Data Kota Mojokerto dalam dua tahun terakhir. Setelah sempat tinggi di 2023, angka kunjungan justru merosot pada 2024 dan kembali turun di 2025.
BACA JUGA:Peringati Hari Buku Sedunia, Pegiat Literasi di Mojokerto Bagikan 800 Buku Gratis
BACA JUGA:Diduga Sopir mengantuk, Fortuner Tabrak Guardrail di Tol Jombang - Mojokerto
“Ini harus jadi bahan evaluasi. Apakah datanya kurang relevan, atau justru sistemnya yang perlu kita benahi?” katanya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Mojokerto, Citra Mayangsari, menjelaskan bahwa FGD ini bukan sekadar forum diskusi biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini jadi ruang sinkronisasi antarperangkat daerah agar pengelolaan data makin solid dan terarah.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memberi pengarahan pada FGD Satu Data 2026-Foto : Kominfo Pemkot Mojokerto-
“Tujuannya jelas, meningkatkan kualitas data sektoral sekaligus membangun komitmen bersama menuju layanan publik berbasis data,” ungkapnya.
FGD ini menghadirkan tenaga ahli data scientist, Farida, sebagai narasumber utama. Selama dua hari, peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga langsung terlibat dalam sesi desk untuk membedah persoalan data di masing-masing perangkat daerah.
BACA JUGA:Tangis Haru dan Talbiyah Iringi Keberangkatan Kloter Pertama Haji 2026 dari Surabaya
Sumber:

